Diary Anak Asrama
Bahagia itu kita sendiri yang bikin
Selalu
ada teman-teman yang bikin kita merasa nyaman, apapun suasananya dan
bagaimanapun cara bertemannya. Mereka ditakdirkan Tuhan buat menemani tawa dan
sedih kita dikala itu semua datang. Tapi terkadang, ada dimana ada kesalahan
pahaman yang membuat kita meresa tidak lagi ada teman, eitss, tapi tenang itu
hanya berlaku sebentar paling-paling Cuma satu atau dua jam doang. Seterusnya
seperti biasa.
Perkenalkan,
nama ku Aya. Dan itu hanya nama panggilan. Nama lengkapannya beda banget sama
nama panggilannya. Jadi gak usah deh nama lengkapnya ditulis, lebih kerenan
nama panggilannya ketimbang nama lengkapnya.
Saat
ini tercatat sebagai mahasiswa disalah satu sekolah tinggi yang ada dikota ku,
yaitu Martapura. Dan aku sekarang ini tengah menempuh semester empat, itu
berarti setengah semester lagi baru lulus. Dan semoga lulus cepat, tidak
nunggak-nunggak, aminnnn..
Aku
tidak tinggal dirumah, melainkan diasrama. Nah, diasrama ini bermacam-macam
orang semuanya ngumpul. Tidak hanya dari Kalimantan Selatan, tapi ada juga dari
Timur, Tengah dan masih banyak lagi yang tidak aku sebutkan. Orang-orangpun
beragam. Maksudnya karakternya. Wuih, macam-macam dah, namanya juga beda daerah
jadi wataknya, ada yang pendiam, lucu, melankolis, aneh, antik semuanya disatu
asramakan. Dan disni tidak hanya mahasiswa yang ngeasrama tapi juga santri.
Inikan kalau gak salah asrama santri, bukan asrama mahasiswa. (dan lagi-lagi
ini hanya sepengetahuan ku aja).haha
beliau juga blogger dan youtubers sama seperti
aku, malah aku terinsfirasi dari beliau. Fans banget sama artis Alindo dan juga
Prilly, suka banget nonton movie Bollywood dan bergenre komedi ataupun romance.
Wow,
haha apalagi ya.
Lain
waktu akan aku ceritakan banyak tentang anak-anak asrama yang super duper gokil
lainnya, karena tanpa mereka aku tak pernah menulis, mereka jadi semacam sumber
insfirasi ku meskipun aku tak begitu banyak menulis tentang mereka. Thanks buat
ceritanya, dan I am sorry gak bilang
dulu sebelum nulis.
Selanjutnya,
dia ini teman satu lokal aku dikampus, orangnya baik, cantik, dan juga
pesyennebel, pernah menurut aku ini kejadian lucu. Tapi aku gak berani cerita
sama dia, takutnya dia marah atau apa. Ceritanya…..
“pada
waktu itu aku gak langsung pulang keasrama melainkan ketempat dimana aku ikut
organisasi, kebetulan hari itu Bapak aku datang menjemput, aku juga gak tahu
apa alasan Bapak ku menjemput, pas aku Tanya kemaren katanya rindu. (orang tua
rindu sama aku, makanya dadakan gitu di jemputnya, jadi anak paling disayang pada
waktu itu, eh,, tapi sekrang juga). Berhubung aku gak ada, maka yang ngeluarin
bapak aku temen aku yang ini, mungkin pada waktu itu beliau sebut-sebut nama
aku tapi tidak ada yang nyahut. Akhirnya teman aku ini deh yang memutuskan
untuk menemui. Kata Bapak ku “ Aya, ada gak?”.
Jawabnya,
“Aya, pergi. jauh banget.” Intinya Bapak minta tolong gitu buat manggilin atau
menjemput aku gitu, maka yang menjemput bukan dia ini, melainkan temen sekamar
aku. Akhirnya ku datang dan pulang.
Dijalan,
tiba-tiba Bapak nanya. “tadi, itu dosen kamu ya?”, aku bingun, hah dosen. Masa
dosen ada di asrama, mikir sepanjang jalan, sambil mengeja D-O-S-E-N, siapa ya?
Karena gak ketemu jawabannya, aku nanya balik. “ dosen siapa Pak?”. Terus bapak
aku jawab. “iya itu lo, yang pakaianya seperti ibu-ibu gitu.”. oalah, aku
langsung ketawa. Ternyata yang dimaksud bapak itu teman aku. Aku bilang aja
sama bapak kalu dia bukan dosen melainkan, teman satu asrama dan satu lokal,
aku bilangin juga sama bapak kalu dia itu seumuran sama aku, bapak
hampir-hampir tidak percaya. Masa iya, dandanan seperti itu mahasiswa. Tapi
memang begitu adanya.
Bersambung…..

Komentar
Posting Komentar
💐tulisan yang baik dan benar adalah gambaran pribadi diri sendiri. apapun yang kita tulis di kolom ini, seperti itulah adanya kita. 😊💚