opini
Kepemimpinan Abad Ini
Dalam banyak kasus kepemimpinan sekarang ini, kita melihat banyak
pemimpin yang lebih mementingkan ego dan keinginannya sendiri tanpa melihat
siapa yang dipimpinnya. Bahkan ketika mencalonkan diri, berlomba-lomba menarik
perhatian masyarakat agar memilih dan menjadikan pemimpin untuk panutan
masyarakat dan juga mampu mensejahterakan rakyat. Tapi, setelah kemenangan itu
sudah disandang dan digenggaman seakan-akan kacang lupa pada kulitnya, janji
yang katanya ingin membahagiakan rakyat, terutama dalam sektor perekonomian,
meninggkatkan kesejahteraan rakyat, meningkatkan kualitas pendidikan. Tapi
rupanya itu hanya tinggal kenangan, dan hanya janji omong kosong belaka yang
sama sekali tanpa ada kebenaran. Kemungkinan orasi itu hanya beberaa persen
yang terpenuhinya, dan selebihnya masyarakatlah yang bisa menilai sejauh mana
keberhasilan itu tercapai.
Disaat kepemimpinan yang katanya sudah modern dengan pikiran
terbuka, bebas berpendapat dan mengekspresikan diri ini kita masih jauh
tertinggal dengan masa kepemimpinan pada saat kekhalifahan setelah era
Rasulullahh. Dimana pada saat itu seorang khalifah benar-benar merakyat,
bertatap muka secara langsung dan menyampaikan keresahan apa yang dirasakan
rakyat kepada khalifah.
Seharusnya para pemimpin sekarang ini menengok sejarah kebelakang
belajar bagaimana seorang pemimpin sebuah Negara benar-benar hidup berdampingan
dengan rakyat, bergaul serta merasakan penderitaan apa yang masyarakat dan rakyat
rasakan. Kita melihat dengan mata kepala kita sendiri, menyaksikan bagaimana
para pemimpin negri ini merasakan hidup dengan kemewahan dan kemegahan, tidur
dengan kasur yang empuk, makan dengan makanan enak dan bergizi. Padahal kalau
ditilik lebih dalam, dan melihat kebawah masih banyak rakyat kecil biasa yang
kelaparan, tidak punya tempat tinggal, anak-anak tidak mendapat fasilitas
pendidikan yang memadai, dimanakah janji yang saat itu disampaikan dengan
menggebu-gebu, dimanakah letak hati nurani jika rakyat dan masyarakatnya masih
banyak yang tidak mendapat perlindungan dan kedamaian?
Apakah perlu dikatan hebat seorang pemimpin negri ini jika masih
banyak rakyat yang mengadah dengan tangan kosong penuh harapan meminta haknya
untuk bahagia?
Buat apa ada seorang pemimpin jika hanya mementingkan ego sendiri?
Belum lagi, setiap hari kita disuguhi berbagai pemberitaan entah
itu di TV, Koran, media sosial dan masih banyak lagi media massa yang nama-nama
pemimpin negri ini melakukan tindakan korupsi, dengan berbagai macam kasus yang
selalui mewarnai pemberitaan di tengah-tengah masyarakat. Sungguh miris melihat
hal tersebut, rupanya media menganggap masyarat sudah tak peduli lagi dengan
hal-hal yang berbau korupsi, rupanya masyarakat dianggap buta dan tabu melihat
kebobrokan pemimpin negri ini. Uang yang seharusnya buat kesejahteraan
masyarakat dan rakyat kecil justru diselewengkan bukan pada tempatnya,
dihambur-hamburkan dengan dalih ini-itu tanpa alasan yang jelas. Betapa buram
sekali antara kebaikan dan keadailan di negri ini. Bagi yang kaya mereka puas
menikamati kekayaannya meskipun didapat yang bukan haknya, sedangkan yang
miskin, masih berharap ada secercah kebaikan dari pemimpin negri ini untuk
membebaskan belenggu yang menjerat mereka dari kemiskianan dan keterpurukan
agar mampu keluar dan sejahtara seperti pemimpin meraka yang pada saat itu
memberikan janji yang tak kungjung dipenuhi, semoga harapan itu benar adanya
dan tidak hanya isapan jempol belaka, tidak hari ini, tidak pula besok
terpenuhinya, semoga besok-besoknya kita melihat itu benar-benar terjadi
adanya.
Semoga…

Komentar
Posting Komentar
๐tulisan yang baik dan benar adalah gambaran pribadi diri sendiri. apapun yang kita tulis di kolom ini, seperti itulah adanya kita. ๐๐