opini tentang pemuda

GENARASI MUDA YANG WASPADA


Generasi muda adalah sosok penerus kepemimpinan bangsa di masa depan yang lebih baik.
Secara umum, populasi generasi remaja di Indonesia mencapai 79.363.477 jiwa atau sekitar 36,75% dari penduduk Indonesia secara kesuluruhan, dengan jumlah peningkatan rata-rata 1,5%. Dari jumlah tersebut, generasi remaja perempuan jumlahnya 1.613 juta lebih banyak dari generasi remaja laki-laki. Jumlah keseluruhan generasi remaja ini merupakan populasi yang sangat besar. Karena itu, generasi remaja memiliki posisi yang sangat strategis.
Remaja bukanlah sosok manusia yang tanpa masalah. Dengan usianya yang relatif muda, mereka dihadapkan pada berbagai masalah kehidupan yang ada ditengah masyarakatnya. Dengan berbagai kelemahan dan kelebihannya, secara umum dewasa ini generasi remaja diselimuti oleh berbagai masalah.misalnya, meningkatnya penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang. Sepertinya sudah bukan rahasia lagi bahwa generasi muda merupakan korban terbanyak dar penyalahgunaan narkoba. Bahkan di Indonesia sekarng bukan hanya sekedar tempat transit peredaran narkoba internasional. Hal itu terbukti dari banyaknya pabrik-pabrik ekstasi dalam sekala besar didunia yang ditemukan di Indonesia.
Dan meningkatnya pergaulan bebas dikalangan remaja, yang berkaitan dengan pola hidup yang dipengaruhi oleh budaya-budaya asing yang banyak ditransformasikan melalui media massa, baik cetak maupun elektronik. Kita sering menyaksikan gaya hidup orang-orang Barat dengan berbagai budayanya dalam film-film di televisi.
 Serta masih tingginya angka putus sekolah, tidak hanya terjadi dipedesaan, melainkan juga diperkotaan. Hal ini berkaitan dengan mahalnya akses pendidikan, padahal mayoritas masyarakat Indonesia masih berada pada garis  kemiskinan.
Bagaimana cara penanganan?
Dari berbagai permasalahan, misalnnya permasalahan keberagaman generasi muda sebagaimana disebutkan diatas, menunjukan bahwa persoalan generasi muda memang bukan persoalan yang sederhana, akan tetapi merupakan suatu persoalan yang kompelks, yang didalamnya melibatkan berbagai komponen Bangsa. Oleh karena itu, sangat wajar jika beberapa depertemen dan instansi-instansi pemerintah lainnya memiliki program yang berkaitan dengan pemberdayaan generasi muda, akan tetapi apakah langkah yang mereka ambil itu tepat atau tidak?.
 inilah yang justru menjadi pertanyaan kita. Kerena buat apa banyak-banyak pembuat program, kalau tidak ada koordinasi dari masing-masing pembuat program tersebut, yang ada hanyalah masing-masing berupaya menunjukan bahwa dirinya memiliki kepedulian yang besar terhadap generasi muda. Implikasinya, banyak yang hanya sekedar menghabiskan anggaran tanpa manfaat yang jelas.
Persoalan generasi muda tidak selesai hanya dengan banyaknya program pemberdayaan, akan tetapi yang lebih penting adalah koordinasi dari masing-masing program tersebut.
Dalam menghadapi globalisasi yang tidak hanya menghadirkan banyak peluang dan tantangan juga budaya-budaya luar yang terkadang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur budaya Bangsa, para pelajar dan pemuda semestinya tidak langsung menerima apa yang dihadirkan globalisasi, malainkan perlu sikap kritis dan waspada karena tidak semua yang dibawa globalisasi itu sesuai dengan nilai-nilai kehidupan yang kita anut. Dengan demikian, dalam kondisi dan situasi apapun, pelajar dan pemuuda sebagai aset dan masa depan Bangsa dituntut untuk memiliki sikap kritis dan waspada terhadap berbagai perkembangan yang terjadi disekelilingnya.
Bersikap kritis dan waspada bukan berarti selalu mempertanyakan apa-apa yang terjadi disekitar, melainkan mampu menyikapi apa-apa yang terjadi disekitarnya dengan sikap positif dan rasional. Sikap kritis juga berarti mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebagai akibat dari apa yang sekarang terjadi disekitarnya. Waspada berarti selalu mawas diri dan mampu membawa diri pada situasi-situasi yang tidak mencelakan dirinya. Waspada juga merupakan sikap yang mampu menempatkan diri dan persoalan yang dihadapinya sesuai tempatnya.
Segala pristiwa yang terjadi disekitar kita atau hal-hal yang mengarah kepada diri kita terkadang bersifat “menipu”. Artinya sekilas tampak baik bahkan enak untuk dirasakan, akan tetapi akan berdampak negatif bahkan akan mencelakan diri kita sendiri di kemudian hari, apalagi dalam kehidupan globalisasi seperti yang terjadi sekarang ini. Misalnya penggunaan narkoba, barangkali sesat tampak nikmat, akan tetapi selanjutnya justru akan menjerumuskan diri pada lembah kehancuran hidup. Tidak ada ceritanya para pengguna dan pencandu narkoba hidup sehat, yang ada adalah kehancuran kehidupan mereka. Begitupun dengan kehidupan seks bebas yang justru akan menjerumuskan para pelakunya kepada penyakit HIV/AIDS.
Sejarah juga telah membuktikan bagaimana kiprah pemuda terhadap kemajuan bangsa, bahkan sejak dahulu sebelum kemerdekaan. Misalnya pada tahun 1998, pemuda dari berbagai penjuru tanah air berkumpul untuk mendeklarasikan “sumpah pemuda” hingga pada tahun 1998, pemuda juga menjadi motor penggerak era reformasi. Pemuda telah berhasil menumbangkan rezim Orde Baru, sehingga kita saat ini berada pada era reformasi. Hal ini pun tidak lepas dari partisipasi aktif pemuda yang telah menyumbangkan karya-karya terbaiknya bagi bangsa dan Negara Indonesia.
Ilustrasi diatas semakin membuktikan kepada kita bahwa pemuda adalah harapan terbaik bangsa. Oleh karena itu, kita sebagai pemuda harus bangga, bahwa pada masa mendatang kitalah yang memimpin bangsa ini. Oleh karena itu mulai sekarang, kita harus menyiapkan diri dengan belajar secara tekun, melatih bakat-bakat yang kita miliki, dan tentu selalu bersikap toleran kepada orang lain.
Seperti diungkapkan di atas, bahwa pemuda adalah pemimpin masa depan bangsa. Pada dasarnya, setiap orang adalah pemimpin, minimal pemimpin  bagi dirinya sendiri, dalam rangka mengarahkan dirinya untuk menjalani kehidupan ini dengan lebih baik dan sesuai dengan tuntunan Tuhan yang Maha Esa. 






Komentar

Postingan Populer