pertanyaan dari teman-teman di kampus tentang aku
Ada beberapa pertanyaan dari teman-teman
dikampus, yang pertama gini nih pertanyaannya.
Ini
salah satu pertanyaan teman aku dikampus dan orang yang paling dekat sama aku,
namanya Nurul Baiti. Orangnya pintar, cantik, baik dan juga sholehah.
Oke,
aku akan mencoba menjawab dengan jujur. Berbicara soal ngambek, mungkin tidak
terlalu lama, asalkan suasana ketika aku ngambek mendukung supaya ngambek ku
hilang. Jadi bawaannya enak.
Kalau
kamu ngelakuin salah atau tidak sama orang,
kamu tetap minta maaf lebih dulu atau tidak?
Biasa nih, kalau kita duluan minta maaf
rada-rada gengsi, apalagi kalau kita tidak salah. Tapi hanya sekedar minta maaf
apa salahnya. Sebagai anak muda yang lagi mengemban kata “GAUL” pasti gengsinya
selangit tuh. Tapi kalau aku sendiri, aku akan memilih meminta maaf terlebih
dahulu.
Yang
kedua, pertanyaan dari Recna. Anaknya baik, ya iyalah semua anak keles baik.
Haha. Ginih pertanyaanya.
bagus banget Rez pertanyaan kamu, tapi bikin
aku bingung mau jawab apa?.
Tergantung melakukan apa, tapi ada beberapa
hal yang ketika aku tidak bosan melakukannya, yaitu, sholat..sholatkan
kewajiban.. gak, bukan itu. Salah satunya membaca dan juga menulis. Aku sama
sekali tidak pernah bosan melakukannya, tanpa terkecuali. Kenapa aku tidak
bosan melakukannya, karena menurut aku. Membaca itu membuka cakrawala dunia,
jadi dengan membaca aku tahu lebih banyak tentang dunia. Berhubung kitakan
belum pernah keliling dunia, jangankan dunia kalimantan saja belum pernah lagi
untuk berpetualangan, bagaimana dengan dunia ini. Nah, dari itu aku suka
membaca biar wawasanku terhadap dunia lebih tahu. Ya maklum aja, akukan tinggal
dipelosok desa. Yang bahkan, prisede sendiripun tidak mengetahui dimana itu
daerah Sungai Jati, jangan-jangan kampung ku patut dipertanyakan,,hehe.itu
faktor tidak terekspos kedunia luar, nah aku itu kepengen banget memajukan
negriku, salah satu ya, sering membaca. Agar suatu saat nanti kita sudah banyak
modal, karena sering membaca. Haha, doain aja ya, biar niat baik itu cepat
tercapai, dan kamupun juga begitu.
Mungkin, ada yang lainnya lagi selain itu,
tapi bukan berarti aku juga tidak bosan melaukan hal yang lainnya, ada juga
kok, tapi terkadang-kadang aja, tidak sering. Eh,,kalau kamu sendiri cepat
bosan gak Rez?
Terus itu, adalagi nih teman aku, namanya
Aslam. Dulu sih dia satu kamar sama aku, sekarng dia pindah. Ikut satu kots
sama kaka-kakana. Dia baik baget, katika aku kehabisan uang, dia yang suka
pinjamin, ketika aku males masak, dia biasanya yang kasih aku makan, ataupun
kehabisan karena telah dirimi sama orang tua, ya satu-satu iya dia harapan ku. Makasih
banyak ya Aslam, atas kebaikannya. Semoga kamu mendapat balasan yang berlipat
ganda dari Yang Maha Pemberi..Amin..
Ya, jawabnya.
Semua orang bakalan tersinggung bila orang
lain ngebicarain kita, apalagi dibelakang dan pembicaraannya itu belum tentu
terbukti kebenarannya, pasti itu. Gak enak banget, itu seperti dipitnah atau
apalah sebutannya.
Kamu nanya seperti ini, aku jadi keingat beberapa
bulan terakhir sebelum kamu keuar dari asrama. Kejadian itu, masih merekat erat
didalam ingatanku, insidennya mendramatis banget dibilang alay benaran,
dibilangan biasa-biasa aja, aku yang melarat sambil nangis-nangis
nahan..wowwww...laur biasa. Plis kalau kamu merasa tersinggung jangan kaya gitu
lagi ya priends, sungguh aku trauma banget. Aku gak bisa ngelihat orang
berkelahi, ak kadang suka parnoan, selagi kecil aku sudah pernah melihat orang
berkelahi yang lebih ekstrim dari apa yang kamu lakuin kemaren..eh,,kenapa jadi
membahas itu ya, oke-oke sorry...
Kembali kepertanyaan kamu...
Jujur aku pernah, bahkan sering disinggung,
tapi terbukti aku gak marah. Eh ini beneran, gak bohong.. jadi gini ceritanya,
dulu ketika aku sekolah, juga sama measrama. Ada anak yang mungkin, kata-kata
menyakitkan bagi yang mendengar, pertanyaanya gini “kak, kok kaka sudah lama
disini masih hitam?” ya, mungkin, kalau orang gak sabar, pasti sambil sewot-sewot
menjwabnya, tapi kalau aku tidak. Cukup tersenyum lalu diam. Sebenarnya, dalam
hati aku marah banget, tapi aku berpikir rasional aja, emang benar aku haitam,
lha masa mau marah. Kan jagi gak realistis. Ya sudah perkataanya aku terima
saja. Ya, mungkin masih anak kecil, tapi. Mungkin sama keluarganya tidak
dididik, bagaimana cara agar berlaku sopan santun sama orang lain ketika
berbicara. Oke gays..ya udahlah, aku sudah maafin anak tuh, jadi gak usah
terlalu panjang lebar membahasnya.
Dan, masih banyak lagi..perkataan-perkataan
yang tidak enak yang sering orang tanyain tentang siriku..
Aku bingung nih, pertanyaan sama jawabannya,
nyambung gak. Kalau gak nyambung, disambugn-sangbungkan aja deh..hehe..
Tanjung Rema
Minggu malam; 27 maret 2016
Mutiara Peqer.

Komentar
Posting Komentar
💐tulisan yang baik dan benar adalah gambaran pribadi diri sendiri. apapun yang kita tulis di kolom ini, seperti itulah adanya kita. 😊💚