kapan kawin, Nak?

            Usia 20, ditanya kapan kawin?


Ditanya kapan kawin sama orang tua, bingun mau jawab apa?
            Aku merasa kalau orang tua semacam punya keresan tersendiri, kalau anaknya sampai usia sekrang belum saja kawin. Padahal yang lebih muda dari aku banyak banget yang sudah kawin. Malahan, satu-satunya orang yang belum kawin ditempat aku, ya Cuma aku. Padahalkan, aku baru berusia 20 tahun, masa ia umur segitu sudah dibilang tua.
            Memang sih, kalau umur segitu memang tidak muda lagi, lagiankan bukan berarti ketuaan. Ditanya seperti itu, aku juga mempunyai beban yang sama, sama orang tua. Bukan takut gak laku, bukan itu. Padahal aku target ingin kawinkan usia 25. Kalau orang tua tahu aku bakalan umur segitu bagaimana ya reaksi mereka, ah. Aku gak bisa bayangkan. Aku takut setelah mereka mendengar pengakuan langsung dari mulut ku pasti mereka bakalan shok. Tapi, aku juga hati-hati buat ngungkapin, takut mereka marah.
            Dalam beberapi hari terakhir, mama bilang, kalau dikampung ada yang kawin, yang pasti lebih muda dari aku. Jadi mama sambil cerita, tapi eksperesi beliau menandakan, akalu aku kapan juga nyusul. Aku terkadang berpikir dua kali kalu pulang, takut ditanyain kapan kawin. Pertanyaannya sih memang gampang, tapi jawabannya itu lo yang gak segampang pertanyaannya. Ya, salah satu cara terbaik adalah dengan DIAM. Nah, ini jawaban paling tepat, kalau aku diam dan gak ikut membahas, pasti orang tua juga bakalan gak minta apa-apa. Orang gak ada reaksi apa-apa. Jawaban paling jitu.
            Sebelum kuliah dulu, pernah ada orang yang pengen kawin gitu sama aku, tapi aku tolak. Alasannya bukan gak siap atau apapun. Tapi, waktu dia bilang merit gitu sama aku, aku masih sekolah. Masih baru kelas 2 Aliyah lagi, masa iya aku berhenti sekolah gara-gara aku milih kawin. Ya gak segampang itulah. Akhirnya, tidak jadi kawin, sampai sekrang. Tapi ini bukan penyesalan. Hanya sebuah masa lalu.
            Sebenarnya, dia ini berprofesi sebagai guru disalah satu madrasah di kampung aku. Dia aslinya bukan orang sana, tapi dia ini ikut ngajar, karena ada keluarganya yang menetap disana. Guru, imejnya pasti bagus dimata masyarakat, tapi menurut aku gak tuh, biasa aja.
            aku bilang begitu, karena aku tidak sampai kawin sama dia..haha.


Komentar

Postingan Populer