PUISI JEJAK TANPA BAYANG

#puisi 1
Dalam keheningan tanpa bayangPakatnya malam 
menembus cakrawala keinginanHujan yang tak peduli dengan  
tangisan Semua menjadi satu tanpa Guntur halilintar yang bersahutan 
menepis teriakanSemua menjadi satu tanpa maknaTercecer ribuan 
kata yang tak tersampaikanHilang dan lenyap janji tanpa buktiBila 
saja jiwa ini telah matiMeskipun raga masih bernafasTak mampu 
menyatukan cermin yang telah retak tanpa ampunBiar, biarpun 
cermin beterbanganBagai hantu kelayapanTak akan lari meskipun 
mati menyeramkan 

#puisi 2
Bagai balutan paruh waktuMenyanyi dalam kebisuanMembunuh kata  
yang tak terucapkanTangis dalam doa sang tuliMengadah darah 
yang tertancap ulu hatiSembili bergrigit daging, terkoyakBerserakan 
dimana-mana seperti termutilasiJejak bertebaranMerintih sayup- 
sayup suara tak berkesudahanHilang, lenyap lalu pergi tanpa pamit 

#puisi 3 
Mencintai mu dalam bayang Sejenak hampa, meletup-letup dalam 
kekabutan Menangis sendiri dengan penuh penyesalanSelalu teriring 
doa tiap bait-bait kataWaktu terus berputar, mengabaikanKenangan 
yang telah lalu, bahagiaSelalu miliknya, dan kekecewaanRupanya, 
rupanya tak jauh pada diri ini  
Meracau…Diam…Jika waktu boleh 
terung kembaliNampaknya aku males mengenal muTapi, 
terlambat…Semua sudah terjadi begitu sajaMengikhlaskan 
semuanyaDengan kenangan penuh penyesalanUntuk jiwa yang 
rapuh, berupaya bangkitTersenyum, melepaskan kepergian 
mu 
Semoga…Doa ku mengiringi langkah muTiap jejakAku sayang, 
tapi terlambat kerna itu aku hanya diam.

Komentar

Postingan Populer