Curhat Anak Pendiam
#sebuah curhat, tentang satu kamar
dengan anak yang pendiam.
Semua orang kalau kumpul dengan orang
pendiam bawaannya selalu bête, diajak ngobrol salah, gak diajak ngobrol makin
salah. Seakan-akan kita selalu berada dizona yang tidak aman sama sekali. Dan itu
sekarang aku menrasakan banget bagaimana tidak nyamannya situasi itu.
Dulu pernah sekamar dengan orang yang
bawaanya bicara terus, tapi tidak lama bertahan, hanya sekitar 1,5 tahun aja. Abis
teman aku dulu yang keluar aku merasa aman, aman banget, karena apa. Karena aku
sekarang suka jenuh jika selalu ada orang-orang. Malahan terkadang suka kesal
sendiri kenapa harus ada teman atau tepatnya sih anak baru yang masuk kamar. Aku
tahu, kalau aku sekarang ini ego banget, entah kenapa tiba-tiba sekarang
bawaannya ingin sendiri, apapun alasannya. Tapi, sayang banget apa yang aku
harapkan tidak sesuai. Akhirnya, ya udah menerima dengan lapang dada.
Pernah, suatu ketika, kegelisahan ini
disampaikan sama Mama, tapi tanggapan Mama dingin aja. Mungkin Mama gak mau
kalau aku pindah. Ya berhubung disini pengawasannya lebih aman, dan lebih
murah, jadi kalu aku tinggal ditempat ini orang tua merasa aman. Mungkin disitu
Mama aku merasa enggan kalau seandainya aku harus memutuskan untuk keluar.
Tapi, aku sendiri merasa kalau aku
tersiksa.
Gak enaknya, dikamar itu lebih satu
orang, maksudnya. Satu kamar satu orang tapi, Ibu Asrama sepertinya tidak
mengijinkan untuk hal itu. Tidak tahu kenapa alasannya.
Mungkin, kita diajarkan arti
kesabaran tidak ego terhadap orang lain. Aduh, kebanyakan alasan,,akhirnya
bingung sendiri.
Intinya sekarang terima apa adanya,
kalau dia masih baik, perhatain entar dengan sendirinya bakalan hilang, bakalan
mau menerima dengan senang hati. Dan untuk aku pribadi belajar untuk tidak
egois dalam hal berbagi kamar.

Komentar
Posting Komentar
💐tulisan yang baik dan benar adalah gambaran pribadi diri sendiri. apapun yang kita tulis di kolom ini, seperti itulah adanya kita. 😊💚