Sejak Kapan Pacaran Masuk dalam Ketegori Islami

            Sejak kapan pacaran masuk dalam kategori islami?
            Saya rasa ini hanya sebagaian orang saja yang mengatakannya, mereka yang tetap keukeuh mempertahankan karena tidak ingin dianggap melarang aturan agama, makanya mengikut sertakan kata-kata islami pada kalimat ‘pacaran’. Biar dianggap orang tidak terlalu banyak melanggar norma-norma agama. Aduh Dek, sejak kapan sih kamu berani bilang ada pacaran yang bertema islami?
            Pacaran itu sama saja dengan mendekati zina, bahwa sudah terang sekali didalam Alquran yang menyatakan janganlah mendekati zina, mendakati zina saja sudah dilarang, apalagi sampai melakukannya. Naudzubilah min dzalik. Kalau sampai terjadi sama generasi muda islami.
            Hidup bahagia itu, bukan di hiasai dengan pacaran yang katanya bisa memberikan motivasi dalam belajar, bisa memberikan semangat lebih dalam berbuat kebaikan. Memang benar, karena kalian sudah merasuk dalam jiwa yang dibumbui dengan cinta, karena itu kalian lupa bahkan tak ingat bahwa nanti ada saatnya dimana cinta sudah tak bernilai dan berfungsi lagi keberadaannya. Pacaran, bukan jalan satu-satunya untuk menempuh kebahagian diusia muda, masih banyak hal yang bermempaat yang bisa kita gunakan untuk bekal dihari depan nanti.
            Belajar misalnya, memang belajar itu terkadang melelahkan, membosankan. Tapi lebih melelahkan dan membosankan lagi jika kita tidak belajar dari sekrang, karena dengan belajar aka kita sudah mempersiapkan tiket untuk kebahagian dimasa mendatang. Orang belajar itu tak ada ruginya, justru orang yang tidak belajar itulah yang akan merugi nanti.
            Coba lihat, mereka yang sudah lelah belajr diwaktu muda, maka mereka pantes merasakan kesuksesan di usia dewasa mereka nanti. Semua orang menginginkan hal yang luar biasa, tapi mereka terkadang tidak ingin berbuat luuar biasa sekarang. Penyesalan itu tak akan pernah hadir diawal, mereka selalu hadir diakhir.
            Usia muda itu tidak selamanya, maka mempaatkanlah waktu luang untuk belajar, mencari-cari hal yang bermempaat.
            Pacaran memang indah, saya juga pernah merasakannya. Dan bagi mereka yang pernah muda tak akan melupakan bagaimana getar-getar cinta mampu membuat mereka merasa nyaman. Malahan terkadang, dunia hanya milik berdua.
            Pacaran dengan embel-embel ‘islami’ itu tidak ada. Orang yang lagi pacaran itu selalu dimabuk kasmaran, bahakn dekat sekali dengan nafsu. Apalagi jika berdua-duaan saja, yakin tidak melakukan apa-apa?, yakin tidak pegang-pegangan apa?. Mungkin saja itu benar tidak melakukan apa-apa. Tapi itu hanya pertemuan pertama, kedua dan ketiga tidak ada yang menjamin tidak ada sentuhan-sentuhan yang mengundang nafsu. Pacaran itu tadi sudah dikatan dengan sama saja mendekati Zina, lha kalau sudah berdua-dua?. Mungkin jawabannya hanya sebatas sebuah tada Tanya (?) tak berani mengungkapkan karena terkadang orang pacaran bila dibahas kehal-hal realistis akan sedikit menglami sensi dan ego yang tinggi. Tidak mau mengaui sebuah fakta yang tak bisa terbantahkan kebenarannya.
            Jika sudah putus?
            Tak ada cinta, yang ada hanya subuah caci-maki dan sumpah serapah. Cinta diawali dengan nafsu, maka bisa jadi diakhiri dengan sebuah kehinaan dan juga kebencian satu sama lain. Yang dulu ceria sekarang bawaannya galau. Tak lagi ada gairah untuk belajar, untuk melakukan hal-hal positif. Yang ada hanya kesepian, kesendirian.
            Dek, waktu itu tak akan kembali, meskipun kita memohon-mohon sambil menangis, berharap kita tidak akan pernah mengenal sesosok orang yang sudah menyakiti. Waktu terus berputar tak akan berhenti apalagi mundur. Maka mempaatkanlah waktu muda sebaik mungkin, buatlah sesuatu yang membuat orang disekitar mu bangga. Jadilah seorang remaj yang berakhlak islami sesuai tuntutan Alquran dan Hadis.
            Buat apa pacaran, jika hanya membuang waktu sia-sia. Seharusnya waktu diisi dengan kegiatan hal-hal yang membawa kebaikan, ini malah di isi dengan hal-hal yang merusak. Buat apa? Saya yakin tak ada kebahagian.
            Semua orang pernah berbuat salah, karena didunia ini tak ada yang sempurna, maka lebih baik masa lalu itu kita jadikan pelajaran berharga agar dimasa mendatang tidak terulang kembali. Belajarlah sekarang dengan giat, raihlah cita-cita agar suatu hari nanti dapat terwujud. Bahagiakanlah orang tua yang susah payah bekerja tanpa mengenal waktu, tanpa menegnal cuaca, karena apa. Karena mereka menginginkann kita semua menjadi orang yang sukses. Jika orang tua kita tahu bahwa anak mereka seperti ini, mereka bakalan sedih, mengapa harapan mereka tak sesuai. Masih tega membuat ayah dan ibu sedih melihat kita tidak sukses dan bahagia dengan apa yang mereka harapkan selama ini.
            Mending, kita berbenah diri. Memperbaiki diri lagi agar menjadi seorang remaja yang islami, berjanji tidak lagi pacaran sampai benar-benar ada yang namanaya pacaran sesudah menikah. Itu baru pacaran yang islami, pacaran sesudah menikah.


            Kita cam kan baik-baik dalam hati tidak akan pacarran lagi, kecuali pacaran yang dihalalkan Allah. Yaitu, sesudah menikah nanti dengan jodoh yang sudah disiapkan Allah dan menjadi pembimbing kita untuk menuju surge-Nya bersama-sama.

Tanjung Rema
Martapura, 9 April 2016
#salam-jomblo
#Bigi-Gatah


Komentar

Postingan Populer