Jatuh si Cinta 💘💕

 Jatuh cinta? ❤ 
                Ada Apa Dengan Cinta, kayak judul film aja lagi.
                Saya pernah jatuh cinta sama senior saya waktu di sekolah dulu, tapi saya juga baru menyadari ternyata mencintai itu tidak harus melulu memilikinya, minimal ketika kita melihatnya tersenyum itu berarti bahwa dia bahagia dengan pasangannya, siapa tahu aja kalau sama kita yang ada malah tak ada lagi senyum yang akan menghiasi wajahnya.
                Apa yang saya lihat baik sekarang belum tentu baik juga dimasa mendatang, kalau kita hanya menilai dari kacamata manusia mana bisa diprediksikan, manusia hanya mampu mengira-ngira, tapi yang menentukan itu Tuhan.
                Sama kayak orang pacaran, baru nginjak satu bulan aja rencananya minta ampun, sudah membahas nikahlah, sudah manggil “abi-umi”lah, sudah mau pengen punya anaklah, wah macam-macam rencananya. Padahal lulus sekolah aja belom, udah mikirin nikah. Nikah mah, kalu sudah ketemu jodohnya Insya Allah gampang. Tuhan tahu mana yang terbaik dan mana yang hanya pura-pura, kita terkadang menilainya terlalu sempurna sama seseorang, terlalu mudah terbawa arus gombal yang menebar dimana-mana, padahal itu Cuma hal biasa, kalau sudah putus juga nanti bakal ketahuan, siapa lo sebenarnya?.
                Ini bukan sok tahu, atau menjelek-jelekkan. Ini hanya berawal dari sebuah pengalaman bahwa amat berharga untuk diambil sebuah pembelajaran dimasa mendatang. Kita bakalan tahu bagaimana enak dan gak enaknya kalau kita sendiri yang merasakannya.
                Tapi, yang namanya pacaran itu gak enak, banyak galaunya, melihat dari pengalaman teman-teman. Gak jauh beda.
                Mengutip dari kata-kata Ust Felix Siauw, bahwa marah-marahnya suami istri itu romantis, kalau marah-marahnya orang pacaran itu bikin miris. Ih..
                Mesra-mesranya orang udah nikah itu dapat pahala, mesra-mesranya orang pacaran itu melanggar aturan syariat yang sudah ada, salah satunya “janganlah kamu mendekati zina”, nyata-nyata saja Al’quran jelas sekali melarang untuk mendekati zina, apalagi sampai melakukan, tapi disini gak ada ya. Ya iyalah gak ada, masa iya di dalam tulisan ada..hahha.
                Ya Allah,,,
                Saya sering bahkan tak terhitung lagi dosa yang saya lakukan.
                Ya Allah,,,
                Engkau sungguh baik, masih memeluk hamba-hamba Mu yang bersimpuh memohon ampun karena telah melanggar larangan Mu.
                Allah,,,
                Jadiakanlah cinta kami ini hanya untuk Mu saja. Tapi jika nanti Kau sudah berkenan, maka Engkau tinggal bilang “kun, fayakun” “jadilah, maka jadilah”  aku dengan orang yang Engkau rido’i.

                Indahnya, jika kita memikirkan sampai kearah sana. Tapi terkadang nyatanya cinta tidak bisa rasional, apa yang ada didepan mata langsung dinilai baik.

Komentar

Postingan Populer