Catatan Anak Kampus Part4 πŸ˜ŠπŸ‘ŠπŸ‘

Penting sekali kita menghargai pendapat orang lain, meskipun itu tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Setidaknya kita membahagiakan orang tersebut. Ini pelajaran berharga yang saya dapatkan selama ini. Karena saya baru sadar, bahwa tidak mudah untuk bicara didepan orang banyak mengenai apa yang kita tahu. Selama ini saya terlalu sering meremehkan mereka yang kurang publik speakingnya, suka membuat mereka malu dan mungkin trauma. Saya, menyadari hal tersebut. Sebenarnya saya sendiri bukan orang yang ahli dalam bidang tersebut, tapi entah mengapa saya suka sekali membully mereka yang kemampuannya masih dibawah saya. Seandainya saya seperti mereka, mungkin saya akan marah, membalas lebih dari apa yang mereka lakukan, tapi mereka? Saya salut, mereka bukan tipe orang seperti itu.
                Allah Karim, betapa banyaknya dosa saya selama menjadi mahasiswa. Pantas saja saya selalu b*d*h ketika memahami pelajaran, selalu menjadi penentang dosen yang terlalu rumit memberikan intruksi. Saya Cuma jadi mahasiswa yang galau intelektual (b*d*h). Yang tidak bisa apa-apa, yang Cuma jadi manusia diam seribu bahasa menatap dengan penuh keheranan.
                Apa pantes saya disebut mahasiswa?
                Apa pantes saya menjadi guru buat generasi hebat mendatang, kalau yang mengajar orangnya seperti saya?
                Apa boleh buat, jika itu memang takdir saya. Maka, tak ada pilihan lain selain melaksanakan tugas. I don’t care. BODO AMAT!

                

Komentar

Postingan Populer