MOVE ON SETENGAH HATI ππππ
Alasan kenapa kita sering banget stalking sama orang yang
udah gak ada hubungan apa-apa dengan kita.
Pertama: menurut
saya, kita sering banget stalking sama orang yang bukan siapa-siapa dengan kita
karena kita belum sepenuhnya mampu melupakan. Berarti move on setengah hati
dong namanya.
Kedua: kita kurang
kerjaan banget, memangnya hidup Cuma untuk ngurusin orang lain yang bukan
urusan kita. Bahasa lembutnya sih perhatian, tapi kalau dipikir-pikir gak
banget deh. Mengurus diri sendiri saja masih amburadul, terus sama orang lain
kok segitu banget ya. Gak tau lah, toh orang punya alasan tersendiri kenapa
hobbynya suka stalking in orang lain.
Selanjutnya: kalau kita gak stalking, pasti bawaannya penasaran. Enatar mati penasaran
lagi karena gak sempat buat melihat apa aja kegitannya hari ini.
Dan paling parah, aku pernah mengalami dimana suka banget
stalking-stalking sama akun social medianya orang lain. dan bahkan, saya pernah stalking dan sampai sekarang sih
masih berlanjut sama senior disekolahh dulu. Abis stalking, bawaannya suka
marah-marah gak jelas, so, alasannya marah-marah juga gak tau kenapa. Melihat
si dia bahagia mungkin sama pasangannya atau, ya banyaklah. Karena dari awal
kita gak suka, hal baik sekalipun yang disampaikan selalu saja mengundang
pikiran negatif kita yang penuh dengan kecurigaan, yang kebenarannya belum
tentu terbukti. O My God. Parah banget. Sumpah!
Sebenarnya sih, dipikir-pikir, gak ada untungnya banget
stalking punya orang lain kalau hanya membuat kita selalu negative thingking.
Malah yang ada, sedikit demi sedikit kita membentuk sebuah karakter yang ada
dalam diri kita buat menjadi orang jahat. Meskipun kelihatannya sepele tapi,
kalau dibiarkan terus berlanjut bisa aja menyebabkan kita menjadi orang jahat
benaran dalam kehidupan nyata. melihat orang lain gak sesuai dengan aturan yang
kita anut marah, melihat orang bahagia marah, apa-apa marah. Kan kalau sudah
begini siapa yang sering disalahkan, kita sendiri tho, yang sudah membiarkan
alam tak sadar kita buat membangun pribadi yang pramental yang sudah berakar.
Kadang itu,,,
Gini ya, jadinya kalau kita pernah suka sama orang lain
lalu kita tidak bisa terima bahwa si dia tidak mengabulkan harapan kita untuk
hidup bersamanya. Sedih....kita sebenarnya tak mau menyalahkan diri sendiri.
Maunya orang lain terus yang salah yang menjadi penyebab kita galau, sakit
hati, gak mau makan kalau sakit kena dempretnya malah kelaurga. Bahagianya Cuma
milik sendiri, udah sakitnya semua orang malah terlibat. Tapi tak perlu
dipermasalahkan panjang lebar, karena yang namanya jatuh cinta itu lalu sakit
itu suadah menjadi rahasia umum. Kan, berani berbuat berani bertangggung jawab,
tapi berani berbuatnya aja sih yang lebih banyak ditemui kalau orang sedang
jatuh cinta, tanggung jawabnya mah rame-rame. Haha...hiks...hiks...


hi, Aya.
BalasHapus