💜👯Tentang Ku ❤

Hai...☺
 Saya Aya, kalau kamu pengin tahu siapa nama lengkapnya, saya malas buat nulis soalnya namanya panjang. Lagian, orang pada lupa kalau saya sebut nama aslinya. Jadi, pliss,,,jangan tanya lagi siapa nama lengkap saya. Hehe.
Saya lahir bulan Juni tahun 95 kalau tanggal. Tanggal berapa ya? Iya deh nanti saya lihat kembali tanggal berapa saya dilahirkan.






Sekarang saya sudah menjadi mahasiswa di salah satu kota tempat saya tinggal, tapi bukan berarti saya bangga jadi mahasiswa, percuma bangga kalau gak pintar. Kata Iwan Fals UTS sering tanya ke mbah google, mungkin, karena sekarang sudah jaman serba modern makanya orang-orang pada malas untuk belajar karena mbah google memudahkan kita buat bertanya yang terkadang jawabannya juga salah. Sebagian sih, tenang gak semuanya kok. Mungkin kamu yang membaca tulisan ini bukan tipe orang seperti itu. Saya yakin,,,tapi gak seratus persen juga. Karena tak perlu saya yakini nanti bakal bertambah lagi rukun iman kalau saya terlalu meyakini. Haha... ini apaan sih gak nyambung banget,,,oke guys! Abaikan, maklum umur 21 masih alay dan entah berkurang atau semakin parah.
Jujur, saya masih jomblo. Karena saya tidak mau ikut jalur maksiat yang malah justru membawa pada jalan berliku dan penuh dosa. Kata Ridwan Kamil, wali kota Bandung, jomblo itu nasib kalau single itu pilihan. Padahal ujung-ujungnya sama-sama gak punya pacar. Mungkin dari kosa kata memang kerenan sigle sih, kalau jomblokan kayak katro gitu istilahnya. Ya, gak tahu juga sih yang mana yang benar. Di iyakan aja lah. Heee..kuliah, saya mengambil jurusan Tarbiyah/PAI, berarti konsen untuk menjadi guru agama. Doakan biar menjadi guru yang baik, yang mampu memberi teladan yang baik juga buat anak didik. Dulu gak pernah mikir buat mengambil jurusan Pai karena, awalnya gak kepengin buat jadi guru, tapi akhirnya toh sudah duduk disemester 5 apa mau dikata. Alhamdulillah. Tapi akhirnya saya malah bersyukur kuliah dibidang pendidikan terutama guru. Karena, meskipun kita tidak mengajar disekolah formal minimal kita menerapkan di rumah buat keluarga terutama buat anak-anak kita sendiri kelak. Karena menurut pandangan dan penilaian pribadi saya, seorang perempuan itu penting sekali buat menjadi seorang guru bagi anak-anaknya, karena sebelum anak lahirpun dan masih dikandungan sudah dikasih pendidikan sama orang tuanya. Nah, bagaimana kalau seorang perempuan tidak berpendidikan tinggi menginginkan anak-anak yang hebat. Kata mama saya, sesuatu itu dimulai dari diri sendiri biar nanti keturunan kita bakal mengikuti jejak langkah kita berikutnya. MasyaAllah, panjang banget ya narasinya. Oke deh, ini selesai. nanti bakalan jenuh lagi membaca. Ganti ketopik yang lain Aya, gak asyik ah membahas itu mulu. Yaps..
Kalau saya ini tipe orang yang egois, pengin menang sendiri, judes, dan sering banget mengkritisi orang lewat manapun, bisa dari caranya berpikir, caranya berjalan, bergaul. Lebih tepatnya ngata-ngatainlah, Astagfirullah Aya. Padahal, saya sendiri belum tentu lebih baik dari mereka Tapi, jujur! Jujur! saya hanya bercanda, gak serius karena saya juga tau itu dosa. Apalgi kalau yang dikata-katain gak ridho, wah bisa runyam masalahnya nanti, bukan hanya didunia di akhirat pun juga. Sorry...
Punya cita-cita ingin kawin diusia muda, tapi setelah diteliti lebih lanjut ternyata umursaya sudah 21thn bentar lagi 22thn gak masuk dalam kategori muda, akhirnya sadar diri bahwa saya sudah dewasa, tapi saya pikir-pikir hanya umurnya saja yang dewasa, pola pikir. Lha,,kan sudah saya tulis diatas. Masih alay. Haha,,sedih deh..olala,,kasian!. Sebenarnya banyak punya cita-cita. yang itu Cuma sebahagian aja, yang gak terkabulnya. Semoga nanti yang lain akan cepat terealisasi dan bermanfaat untuk semua orang. Kan kita hidup Cuma sekali, gak asyik kalau gak berarti buat banyak orang. Yo’i, sepakat gak?, sepakat dong.
Idola saya Nabi Muhammad serta orang yang mengikuati jejek beliau sampai kiamat. Beliau teladang yang luar biasa, saya pernah membaca tulisan seseorang. lupa, tapi kalau gak salah rasa-rasanya di social media, begini bunyinya, kurang lebihnya “kalau kamu cinta Nabi Muhammad, seberapa sering kamu sholat, membaca Alquran, Sholawat serta mengerjakan amal-amal kebaikan lainnya.” Oh iya ternyata benar, seberapa sering dan seberapa banyak yang akan kita pertanyakan buat diri pribadi sendiri. Seberapa sering dan seberapa banyak ya?.
Saya hobby membaca, menulis, dan nonton film. Sebenarnya hobby yang lain pada merengek buat dituliskan, tapi itu aja yang sering saya tulis kalau ditanya apa hobby kamu?. Kalau lagi bete saya memilih untuk membaca, menulis, kalau menulispun juga membetekan maka pilihan terakhir adalah nonton film, eittss...  tapi saya bukan orang suka nonton film drama Korea lho. Kok bisa gak suka?, iya gak papa. Terus masalah buat lho. Haha, judesnya keluar. Ngeri ya!. Ihh...seram deh. Hoooo.>
Ngomong-ngomong masalah jomblo, tapi bukan berarti saya tidak pernah suka sama orang. Dulu sebenarnya juga bisa pacaran, tapi namanya masih sekolah pacarannya gak serius akhirnya kami memilih untuk berhenti dan sampai sekarang gak balikan, si doi sekarang juga udah punya pacar baru lagi, kita masing-masing mengambil jalan yang berbeda yang menurut kita baik buat masa depan nanti. Apapun pilihan kita, berarti itu yang terbaik, kecewa sekali duakali wajar sih, namanya juga hidup didunia. Kalau gak mau kecewa mending kelaut aja kali ya..hahaha.. setelah itu,,, saya pernah suka sama kakak senior waktu sekolah dulu, tapi sukanya setelah saya lulus sekolah, dia juga sudah lulus kuliah. Akhirnya kami, agak sedikit seriuslah hubungannya, tapi bukan berarti kami bersama. Kejadiannya juga sama si doi kawin duluan, meninggalkan saya dengan segudang harapan juga setumpuk penyesalan, menurut persepsi kita, kita di PHP’in tapi ternyata kitanya yang terlalu berharap. Ya sudahlah, toh kita nangis-nangis juga tidak merubah keadaan. Gak mungkin juga dia memutuskan perkawinanya demi kita, malah lebih gak mungkin lagi kita mau jadi yang kedua. Pikiran yang aneh,, oke...saya sadar merusak hubungan orang itu gak baik, lha..katanya perempuan sholehah, kok jelak amat ya perangainya. Naudzubillah.
Semenjak SD saya sering banget jadi bahan bullyan teman seusia saya ataupun dari kakak kelas, rasanya gak enak. Jadi, wajarlah kalau sering disakiti orang, udah dari dulu juga sering diperlakukan seperti itu, jadi kalau sekarang tidak terlalu berasa sakitnya. Pernah, saya kencing abis pulang sekolah gara-gara takut sama orang yang membully saya. Sampai sekarang masih ingat kronologisnya. Tega banget ya. Sebenarnya banyak sih cerita yang lainnya, yang saya rasa. Cuma lagi malas buat menulisnya. Akhirnya. Gini aja deh hasil akhirnya.
Semoga nanti masih ada harapan-harapan yang membuahkan kebahagian untuk saya, kamu atau siapapun yang ingin memilikinya. Pengorbanan yang sering kita pertanyakan?, kesuksesan yang selalu kita nantikan dengan harap-harap cemas, serta kebingungan yang sampai kapan akan hilang dengan sendirinya. Menjadi orang yang sukses yang di Ridhoi Tuhan untuk kita semua. Amin..Allahumma Amin.!
Salam Cinta
Aya Husnul Putri
3 Okt 2016
Martapura





Komentar

Postingan Populer