YA, HANYA SEBUAH MASA LALU. ABAIKAN! π³ππ
Kapan
nikah?
Apa sih esensi bertanya tentang kapan kawin, kapan punya
anak, kapan kerja dan sekalian aja ditanya kapan mati atau paling gak kapan
kiamat?, lama-lama ditanya kayak gitu ngeselin banget, gak keluarga, teman,
tetangga, dan orang gak dikenal yang iseng nanya-nanya gak penting.
Terkadang
pertanyaan itu membuat kita
geram, meskipun sepele pertanyaannya, tapi tidak dengan jawabannya. Diusia yang
sudah tidak muda lagi, oke, udah tua.
Sadar diri aja, meskipun 20 tahun.
Kalau kita menikah sembarangan
dan akhirnya tidak sesuai, takutnya berisiko buat masa depan nanti, menikah itu
benar-benar diniatkan. Tidak hanya sekedar
buat rame-rame. Kalau niat gak benar dari awal bagaimana nantinya?
Pertanyaan ini benar-benar harus
dipikirkan…
Sekali menikah, maka kita menjalaninya seumur hidup sampai maut
memisahkan. Tapi bagaimana dengan usia pernikahan hanya 2 atau 3 tahun berjalan
kandas ditengah jalan. Alasannya yang benar-benar tepat kita tidak tahu. Karena, jujur kitapun belum kawin untuk saat ini. Semua
orang menginginkan sebuah perrkawinan, kita atau siapapun yang ingin, tapi untuk saat ini niat itu
belum juga terlaksana, sampai waktu yang akan mempertemukan jodonya sendiri.
Aku pernah mendengar, kalau
perempuan baik-baik, maka kelak jodohnya juga akan baik-baik juga. Tapi
bagaimana dengan kita.
(?) hanya sebuah tanda Tanya.
***
Jika kamu seorang lelaki apa yang akan kamu lakukan
kepada pasangan mu nanti, semantara kamu sebelumnya sudah pernah menikah lalu
memutuskan berhenti, tiba-tiba di lain kesempatan kamu mengingankan untuk
menikah lagi dengan siapapun, siapa saja yang ingin mau menikah dengan mu? Hal
apa yang akan kamu berikan kepada pasangan baru mu, jika dia mau dengan mu atas
dasar kasihan atau apapun? Hal apa?.
Jika
suatu saat nanti kamu tahu jawabannya, jawaban seperti apapula yang ingin kamu
yakinkan kepada pasangan mu kelak?
Huhhh,,,dia...
Dia....
Lagi,
Kamu
tahu, setelah bertemu dengan mu yang aku sendiri bahkan tidak menengal namamu
sama sekali. Kamu sangat mengganggu tidur ku, hampir semalaman aku tidak bisa
tidur kerena mengingat perjumpaan kita yang terasa absurd. Ya itu hanya
menurut pandangan ku. Ingin sekali aku memaki diri mu, berusaha mencubit pipi
mu agar kamu menjauh dari segala lamunan serta pikiran ku. Bahkan, katika aku
bangun pun Cuma kamu, dan lagi lagi kamu.
Aku
juga mencium aroma wangi yang serba aneh, menusuk hidung ku. Ingin menjauh
lagi, lagi tetap saja masih tercium. Apakah itu bau parfum mu atau hanya ilusi
ku saja yang telalu mengada-ngada. Semoga saja ini di alam bawah sadar ku. Tapi
setelah aku cubit-cubit badan ku, memang terasa sakit, ah..bulsyit ternyata ini
tidak mimpi tapi nyata. Kesalnya umpat ku dalam hati.
Jika
memang kita di takdirkan untuk bersama, aku tak tahu bagaimana reaksi
teman-teman ku setelah tahu identitas mu, ya memang tidak ada masalah hanya
saja masih terlihat ganjil. Olala...
Temen
ku nanti pasti berkali-kali menyuruh ku membaca dan mengulang serta mempelajari
psikologi terutama tentang anak-anak agar aku paham betul bagaimana jiwa mereka
jika diasuh oleh orang yang tidak sama sekali terikat darah dengannya.
Ya,,,nanti aku akan mencoba mengkaji lebih serius tentang psikologi. Ini bukan
tentang anak, atau kamu tapi ini tentang aku. Ya! aku pasti yang lebih sulit
memahaminya.


ok.
BalasHapusya.
Hapus