LAMARAN YANG TERTUNDA Part1
![]() |
| bunga yang tak pernah kunjung datang. |
Saya pernah mau dilamar sama seorang laki-laki, bukan
Cuma satu orang saja tapi dua orang laki-laki yang sudah punya anak, ternyata.
Tapi, kita tidak berjodoh, jadi kita tidak menikah. simple bukan.
๐ผ๐ผ๐ผ
Laki-laki yang pertama, umurnya 3oan, dia PNS punya dua
anak. Katanya, kalau tidak salah mendengar dia bekerja di bagian Farmasi
(kesehatan) di Kotabaru dan dia tinggal di daerah Martapura, dekat dengan
asrama yang saya tempati sekarang ini. Dia tidak terlalu jelek, pun juga tidak
terlalu ganteng. Tapi ketampanan bagi perempuan relatif, yang terpenting
menurut pribadi saya sendiri adalah mapan. Toh, kalau seandainya tidak tampan,
kemapanan setidaknya bisa termaafkan oleh ketidak tampanan itu. Dia sepakat
untuk serius dengan saya, tapi ternyata saya terlalu banyak pertimbangan.
Akhirnya saya memutuskan untuk menolak. Menurut saya, penolakan tidak selalu
berakhir dengan kekecewaan dan sakit hati. Semoga dia bisa menerima keputusan
yang saya pilih ini. Pilihan ini adalah hak saya, dan orang lain tidak bisa
memaksa saya untuk setuju dengan itu. Guys,,setuju ya sama
pendapat saya. Please setuju ya sama saya. Terus itu, saya benar-benar sedikit lupa
dengan wajahnya. Jadi kalaupun suatu saat nanti bertemu, kemungkinan saya tidak
ingat. Kecuali si dia selalu mengingat wajah saya. Ehemm...Ampun Aya. Jadi
orang jangan terlalu kegeeran. Ya gak apa-apalah. Hihihi.
Namanya, Bapak Farid. Saya tidak tahu siapa nama lengkapnya. Perlu
saya tulis kembali kenapa saya menolak. Biar nanti tulisan yang tidak berharga
ini bisa menjawab alasan itu.
*pertama, sebelum saya memutuskan menerima atau menolak.
saya minta pendapat dari paman saya, adik bungsu dari ibu saya. Jadi paman saya
sudah banyak memberi penjelasan. Kesimpulan yang saya dapatkan dari paman saya
adalah. “terserah kamu, yang menjalani hidup adalah kamu. Kalau sekarang kamu
tidak bisa mencintai dia. Nanti, setelah kamu menikah dengan dia pasti kamu
bisa mencintainya. Karena cinta bisa saja tumbuh dari perhatiannya,
perbuatannya dan cara dia memperlakukan kamu dengan sepenuh hati. Balik lagi
keawal. Ini terserah kamu, kalau kamu merasa cocok, kamu boleh untuk setuju
tapi kalau ternyata keyakinan kamu sendiri tidak merasa cocok . mending tidak
untuk itu.”
**YA. Itu alasan kenapa saya menolak, karena saya tidak
mempunyai perasaan apa-apa. Please, saya sedikitpun tidak punya niat untuk
mempermainkan apalagi membuat orang lain terluka dengan apa yang saya ambil
dari keputusan itu. Sebenarnya saya agak cukup menyesal juga dengan keputusan
itu, karena sebelum saya bilang “saya tidak mau,” saya tidak bilang keorang tua
saya dulu. Padahal setelah saya ceritakan yang sebenarnya, ternyata orang tua
saya setuju . tapi, apa mau dikata semua sudah terlamabat. Penyesalan saya
disini, bukan apa-apa. Saya hanya menyesal tidak bilang dulu keorang tua saya.
Cuma itu.
***terus itu, ini adalah pelajaran berharga bagi saya
pribadi, buat kedepan agar tidak lagi gegabah. hanya masalah umur saya sudah
mengingjak dewasa lalu saya menerima dan ending dari kisah ini, kesannya
seperti mempermainkan orang lain. karena toh pada akhirnya saya menolak juga.
Saya mohon maaf. Mungkin, ini terlalu mudah diucapkan. Tapi, saya hanya manusia
biasa, wajar jika kamu tidak puas dengan permintaan maaf saya . karena saya
sendiri bukan perempuan pemuas.
๐ผ๐ผ๐ผ


Komentar
Posting Komentar
๐tulisan yang baik dan benar adalah gambaran pribadi diri sendiri. apapun yang kita tulis di kolom ini, seperti itulah adanya kita. ๐๐