WIFI SUMBER KEHIDUPAN ANAK KOST

sumber kehidupan anak kost 

๐Ÿ˜ƒWIFI, sebagai sumber kehidupan selain bahan pokok untuk makan. Terutama bagi saya sebagai anak kost. Karena wifi, sangat membantu sekali untuk melakukan browsing-browsing didunia internet. Mencari-cari informasi penting yang belum di ketahui. Selain itu, saya menggunakan wifi sebagai kamunikasi untuk mencari teman yang lebih banyak dengan berbagai macam suku dan bangsa agar pengalaman hidup semakin indah. Meskipun kita tidak pernah bertemu, tapi setidaknya kita tidak asing lagi mengetahui orang-orang yang berbeda dari segi bahasa, negara, ataupun ideologi. Karena dalam Alquran sendiri, kita di suruh untuk saling mengenal.  
๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ
Wifi, juga salah satu kenapa saya masih bertahan di kost dan tidak pulang. Karena, dikampung saya jangkauan untuk mengakses internet sangat sulit. Bahkan, dikampung saya pula, itu hanya ada satu jaringan yang masuk, yaitu Telkomsel. Selain itu, tidak ada. Meskipun ada sinyal Telkomsel, tapi tidak selalu penuh. Hidup, mati. Hidup, mati. Hidup, mati. Ya seperti itulah. Ini salah satu keluhan, yang saya rasakan. Tapi, saya sadar bahwa tempatnya yang sangat jauh dari perkotaan serta, banyaknya gunung yang menghalangi pemancar sinyal tersebut, jadi sulit untuk melakukan komunikasi melalui alat-alat canggih sekarang. Tidak mengapa, sinyal sulit bukan berarti kita harus kehilangan informasi dari dunia luar bukan?. Masih banyak sekarang ini informasi menjejali kita lewat berbagai macam media. Seperti Koran, TV, Radio dll. Jadi, kita sebagai orang desa yang jauh letaknya dari kota tidak harus berkecil hati karena tidak bisa mengakses jangkauan yang lebih luas melalui internet.
๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ
Selama saya kuliah, saya jarang sekali memegang HP di tangan. Jadi, kenapa saya sangat membutuhkan sekali wifi, karena itulah alasannya. Hubungan saya dengan keluarga ataupun hanya sekedar browsing-browsing didunia luar hanya laptop ini satu-satunya. Dan, ini sangat membantu sekali dalam melakukan hal apapun. HP yang saya punya rusak, sebenarnya ingin sekali membali HP yang baru tapi keuangan saya tidak memungkinkan untuk membeli barang tersebut. Jadi, terpaksa saya hampir bertahun-tahun selama kulaih tidak menggunakan HP sama sekali. Meskipun ada hari-hari tertentu menggunakannya, tapi selebihnya, jarang sekali.
๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ
Masyarakat Indonesia, khususnya dalam lingkup kampung saya sendiri tidak terlalu menyukai untuk gemar membaca. Meskipun ada informasi yang terpampang di koran ataupun sejenisnya, kita lebih suka melihat berita melalui TV ataupun setidaknya radio. Membaca memeng memerlukan, mata yang jeli untuk melihat agar bisa fokus untuk memikirkan apa yang terjadi. Sedangkan TV hanya melihat dan mendengar maka kita tidak terlalu kesulitan lagi untuk memikirkan seperti membaca sebuah berita dikoran dan sejenisnya.
๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ
Harapan di pagi nan sejuk ini, semoga generasi Indonesia sekarang dan kedepannya nanti gemar untuk selalu membaca agar menjadi bangsa yang besar dan berpradaban tinggi.
๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ



Komentar

Postingan Populer