OLEH-OLEH TULISAN DARI PERPUS
ini Mungkin hanya soal waktu.
kapan waktu yang tepat untuk kita bisa bertemu. Perasaan yang
sering tidak menentu itu mungkin hanyalah ilusi betapa bodohnya saya memikirkan orang yang entah dimana. Saya tidak terlalu peduli, tapi semakin menghindar,
justru bayangan itu akan semakin mendekat dan terlihat jelas.
Bagi Seorang perempuan, menunggu terlalu lama tanpa
kepastian itu seperti menyentuh bulan tapi tidak pernah kesampaian. Apakah itu
kebohongan? Apakah itu janji? Entahlah. Seakan buram semuanya. Tidak jelas
lagi, apakah bagi perempuan itu subuah keikhlasan atau keterpaksaan karena tak
mampu berhianat. Seperti laki-laki yang tak pernah bosan menyakiti perempuan.
Mungkin lain cerita bagi seorang laki-laki. Mudah untuk
mencari pengganti, mudah untuk menumakan jika tidak mempunyai kecocokan. Perempuan,
mana bisa seperti itu. Tuhan cukup adil menciptakan, kodratnya sejak kecil. Ini
bukan kesalahan, memang tidak ada yang harus dipersalahkan. Pilihan terakhir
adalah menerima semua dengan ikhlas. Memaafkan diri sendiri dari awal. Lalu mencari
bagaimana bisa menemukan kehidupan yang baik tanpa harus ada lagi tangisan. Meskipun
ada tangisan, mungkin itu sebuah kebahagian. Buka duka yang diselimuti tawa.
Seolah-olah, kita adalah manusia paling terpuruk. Padahal,
belum tentu. Laki-laki, perempuan sudah terjebak dalam selimut cinta susah
untuk bisa melihat kenyataan. Senang, tidak lagi bisa berpikir logis. Sedih,
sangat menyedihkan bagai anak tak tahu orang tuanya.
**menunggu mendonwload selesai.
***tidak apa tidak nyambung. nulisnya lagi sakit kepala.


Komentar
Posting Komentar
๐tulisan yang baik dan benar adalah gambaran pribadi diri sendiri. apapun yang kita tulis di kolom ini, seperti itulah adanya kita. ๐๐