BISMILLAH, SKRIPSI.


Skripsi.
Skripsi itu mudah dikerjakan bagi mereka yang paham teori pembuatannya.
Skripsi itu ajang untuk kesabaran dan semangat yang tak boleh padam.
Skripsi itu bukan untuk mereka yang genius saja yang boleh membuatnya, yang bodoh sekalipun boleh membuat, karena kalau tidak membuat tidak mendapat gelar sarjana dan itu juga syarat akhir kelulusan. Dan, yang paling utama adalah seberapa rajin kita mengerjakannya, bukan seberapa pintar kita memahaminya. ternyata Banyak sekali ditemukan, bahwa mahasiswa abadi itu ternyata pintar-pintar tapi, mereka malas mengerjakannya. Jadi, tidak bisa kita hanya menilai dari mereka yang pintar saja yang mampu.
Skripsi itu apa kata dosen saja. Beliau bilang nulis seperti ini, kita juga harus nulis seperti ini. beliau bilang ini tidak sesuai dengan teori, kita harus rela mencari teori baru hanya untuk menyenangkan apa kata dosen pembimbing. Enak bener ya jadi dosen. Suruh ini, suruh itu. Padahal, waktu sidang, malah berbalik fakta. Kenapa penelitiannya macam begini? Kenapa penelitian yang kamu buat teorinya tidak sesuai? Kenapa kamu tidak bisa menjawab padahal yang membuat kamu sendiri?. Lha, yang nyuruh nuliskan Bapak Pembimbing, mana saya tahu. Hhmmmm...kalau kita menjawab seperti itu pasti kita dianggap mahasiswa tidak becus, pasti kesan tim penguji macam-macam.
skripsi itu bagai sebuah remot TV yang sesuka hati dikendalikan oleh pemegangnya. Mau ganti ini, mau ganti itu. Tidak suka dengan acaranya tinggal banting remotnya. Selesai masalah. Sakit tanggung sendiri. Siapa suruh jadi mahasiswa. Siapa suruh mau cepat lulus, kalau diperlakukan begitu saja udah cepat putus asa.
Sebenarnya saya sedang sakit hati, Cuma saya yang menetap diasrama ini yang belum diterima judul penelitiannya. Ditolakin teruskan sakit.
Sudah beberapa kali menemui bapak yang ahli dalam pembuatan skripsi. Tetap aja. Ditolak. Katanya, judulnya terlalu sederhana. Sudah banyak yang meneliti dan tidak bisa dijadikan judul lagi. Atau gak, Judul kamu sulit, saya tidak tahu judul kamu ini ada tidak teorinya. Inikan tidak berkaitan sama jurusan yang kamu ambil. Bla,,bla,,bla,,bla..!
Selain itu kendala yang lain juga ada. Apalagi kalau bukan masalah uang.
Uang...boommm..
Uang adalah kebutuhan paling penting dalam kehidupan kita kalau dilihat dari segi materi. Uang memang bukan segalanya, tapi tanpa uang kita juga tidak bisa berbuat apa-apa. Uang, lebih manis dari gula. Gambaran yang tapat. Gula memang manis tapi tidak bisa menukarkan dengan kebutuhan yang lain. tapi, kalau uang, kita bisa menukarkan dengan berbagai macam kebutahan pokok kehidupan kita sehari-hari. Jelas, uang mengalahkan segalanya. Tapi, uang kalau kita tidak pandai menjaga serta menggunakannya kita sendiri yang akan rumit. Banyak kasus, gara-gara uang hidup jadi hina, gara-gara uang banyak hidup manusia jadi berantakan. Uang itu bisa menyelamatkan pemiliknya tapi, tak jarang membuat pemiliknya jadi celaka. Maka dari itu pandai-pandailah menggunakan uang.
Hanya sebuah Pengalaman. Tidak lebih dari sekedar bosan, sakit hati, dan jadi mahasiswa miskin segala-galanya. Ilmu, uang, teman, dan sekarang jomblo lagi. hiksss
saya tidak ingin jadi mahasiswa semester tua.

Ya Allah, Mudahkanlah dalam mengerjakan pembuatan skripsi
biar bisa cepat wisuda dan membahagiakan orang tua tercinta.

Komentar

Postingan Populer