GURU YANG MENGINSFIRASI SAYA
Saya punya guru, nama beliau guru Ahmad Rajbani.
Beliau adalah guru favorite saya waktu sekolah dulu
bahkan sampai sekarang. Beliau juga salah satu pimpinan kami ditahun-tahun kami
mau lulus. Saya sangat suka dengan cara mengajar beliau, meskipun beliau di
kelas hanya menggunakan metode ceramah, tapi saya tidak pernah bosan untuk
selalu menyimak, bahkan saya pantang untuk tidur jika beliau yang mengajar.
Cara mengajar beliau luar biasa, menyampaikan pelajaran tidak pernah mutar sana
mutar sini, beliau menjelaskan tepat dan mampu memberkikan contoh dengan
keadaan sekarang. Beliau sangat menginspirasi buat hidup saya. Bahkan, terlalu
berharga jika saya tidak mencatat penjelasan beliau.
Benar kata dosen saya di smester 6. Guru yang tidak
pernah bosan untuk didengar murid-muridnya dalam mengajar adalah guru yang
sangat luas ilmu pengetahuannya. Yang sering membaca buku, sehingga wawasan
beliau dalam mengajar tidak itu-itu saja. Selalu ada sesuatu yang menanti,
sehingga murid-murid semangat. Kita tidak pernah banyak dalam belajar, tapi
penjelasan beliau mampu belajar seakan-akan berlembar-lembar pelajaran. Beliau
adalah sosok guru sederhana dalam berpenampilan tapi, beliau sekali
menyampaikan pelajaran tidak pernah sesederhana itu. Beliau menakjubkan, selalu
ada keajaiban yang membuat saya untuk semangat menyimak. Selalu, bahkan hinggga
detik ini andai saja saya masih disana. saya sangat suka sejarah, beliau selalu
saja mengkaitkan mata pelajaran ini dengan sajarah. Misalnya saja kami belajar
sejarah, maka beliau akan membuka pikiran kami untuk menengok masa lalu.
Bagaimana ulama dahulu dalam berbuat, bagaimana ulama dahulu dalam menyampaikan
sebuah fatwa ataupun kita jauh kebelakang lagi melihat bagaimana Rasulullah
dalam menggambarkan suatu peristiwa. Andai saja semua guru cara mengajarnya
seperti beliau pasti kami semangat. Tapi, saya sadar, kita mau pintar itu tidak
hanya penjelasan dari guru saja. Kitalah yang harus membulatkan tekad untuk
selalu belajar, sehingga idak adalagi kemalasan yang menyebabkan kita jauh
tertinggal. Jangan pernah salahkan siapapun, karena kita tidak bisa dalam
memahami sesuatu, tapi kita sering-seringlah intropeksi diri sejauh mana kita
belajar. Dan memahami sesuatu tersebut.
![]() |
| Ustadz Ahmad Rajbani dan Anak beliau (Najwa Nabila) |



Komentar
Posting Komentar
๐tulisan yang baik dan benar adalah gambaran pribadi diri sendiri. apapun yang kita tulis di kolom ini, seperti itulah adanya kita. ๐๐