Akan Ku Bunuh Kau.


Nama Hasanuddin.

Orangnya gendut.
Tidak ganteng, hitam.
Dia sekolah di tahfidz.\

Dia mau menyelesaikan hapalan 30 juzz’nya.
Dia pelit, pernah di ajak makan sama dia, menu yang dipilihkan yang paling murah.
Dia tidak suka membaca buku.

Orang tua ku, mau menjodohkan dengan dia. Tapi, dianya tidak tertarik dengan ku. Mungkin, karena aku tidak cantik.bego lagi. nasib.
Dia juga jelek, songong pula.
Dia diajak untuk ketemuan lagi, dianya malah nolak.
Dia sebenarnya bego atau bagaimana sih. Tulisan di sms kok kayak orang tidak pernah sekolah. Aneh.

Dia juga mirip teman ku di kampus yang paling tidak aku suka.
Dia tidak romantis, bagaimana mau romantis, menulis kata-kata yang membuat aku jatuh cinta saja tidak bisa. Gak puitis banget deh. Padahalkan laki-laki. Bukan bancikan[?].  Pokoknya, DIA ORANG YANG ANEH.

Aneh lagi, aku sempat galau gara-gara dia nolak aku. Katanya dia mau kita berteman saja. Aku tidak terimalah, aku maki-maki dia dengan kata-kata kasar, tapi hanya lewat sms.
Orang songong macam dia pantas saja di gituin. Biar dia tahu diri, kalau dia juga b***st.
Aku benci, maunya laki-laki apa sih sebenarnya.

Paman ku juga aneh, dan ini semua berawal dari percapakapan tidak penting, akhirnya akukan yang jadi imbas. Di suruh ketemuan, tak tahunya juga tidak sesuai harapan. Aku sudah ikhlas mau menerima dia apa adanya. malah dia yang bertingkah.

Sampai detik inipun, aku tak lagi berhubungan dengan dia. Sebenarnya aku juga sudah mulai suka, dia malah gitu. Aku, kalau diperlakukan seperti ini, di abaikan. aku meresa di kecewakan dan di disakiti. Aku sejujurnya juga mau nangis. Jadi perempuan itu tidak enak, gak enak kalau tidak di beri penjelasan yang sejelas-jelasnya. Kalau suka, katakan suka. Kalau tidak katakan tidak. Jadi laki-laki jangan suka plin-plan gitu. Yang mana ujung yang mana muara. Jangan suka, membuat perempuan bingung. Kalau gini jadinya, mending dari awal aja kita gak usah kenal, apalagi sampai ketemuan segala. Ujung-ujungnya, akukan yang kecewa. Akukan yang justru merasakan bahwa harapan itu melahirkan kekecewaan. Kamu laki-laki, kalau tidak suka sama aku, masih bisa cari yang lain. kalau aku, kodrat perempuan itu MENUNGGU. ME-NUNG-GU. Tolol...
Salah siapa jadinya kalau begini?

Aku egois kata mereka, memang benar. Karena dari awal ini bukan kehendak hati ku. Ini mau mereka. Kalau kamu nemu tulisan ini, kamu jangan salahkan aku. Ini salah mereka, mereka yang nyuruh-nyuruh aku buat meladeni dan ketemu kamu. Jangan jadi laki-laki banci, yang kerja suka mewek. Dan. Jangan jadi anak mami juga. Dikit-dikit, bilang orang tua ada yang menyakiti. Dikit-dikit inilah, itulah. Mending mati aja kalau dikit-dikit ngadu.
Aku mungkin saat tidak lagi suka dengan mu, tapi nanti, entahlah. 
Hati terkadang tidak pernah bohong.

Kamu benar, aku tidak mensyukuri apa yang Tuhan kasih selama ini.
Aku Cuma bisa, mengeluh, mengeluh.
Terimakasih sudah mengingatkan. Setidaknya, kamu bermanfaat untuk hidup ku untuk masalah, belajar arti bersyukur. 

Akan ku bunuh kau.  



Komentar

Postingan Populer