Bisakah Itu Disebut Cinta
Tadinya aku kira
dia bisa mencintaiku dengan menerima aku apa adanya. Tak tahunya dia mau
mencari perempuan yang lebih muda juga yang lebih cantik dan segalanya dari
aku. Dasar sifat laki-laki. Suka daun muda..pucuk,,,pucuk,,,pucuk,,,.
Ketika kita
menginginkan sesuatu yang tidak pernah kesampaian itu, seperi kita mengejar
bayangan sendiri. Secepat apapun kita kejar, tetap saja bayangan itu tidak bisa
kita dapatkan. Yang ada, justru kitalah yang lelah sendiri.
Mungkin benar,
kata Hasanudin. kita harus sabar. Jodoh itu sesuatu yang misteri, kita disuruh
untuk selalu berdoa dan berusaha agar apa yang kita inginkan sesuai dengan kehendak hati. Aku
terlalu memaksakan orang yang tidak mencintai ku agar bersedia menjadi suamiku.
Mana bisa seperti itu. Pernikahan itu harus perlu proses agar di masa mendatang
tidak menimbulkan kekecewaan. Dia, memang benar. Akulah yang egois. Ingin
mementingkan kehendak hati ku sendiri.
Sekarang
perasaan untuk jatuh cinta sama dia sudah tidak ada lagi. Perasaan marah
karena aku mencintanya dan dia tidak membalas cintaku juga tidak lagi.
semakin bertambahnya usia bukan berarti menambah kedewasaan pribadi ku. Justru,
semakin terlihat bahwa aku masih labil dan tidak bisa mengendalikan emosi.
Kalau orang tersebut pernah menyakiti ku, dan tentu saja, aku akan membalas
rasa sakit itu dengan umpatan kata-kata serapah yang seharusnya tidak boleh aku
ucapkan. Tapi setelah itu, hati merasa plong, bahagia, dan semua rasa
sakit itu juga sudah terbayar. Impas bukan?
Prilaku yang tidak baik untuk di contoh. Kalau
sudah begitu, seakan-akan aku tidak pernah dididik mengenai ilmu agama.
Padahal.....(lupakan)
Telah menikah
itu, sering jadi ejekan banyak orang. Dianggap tidak laku dan terlalu betah melajang.
Hei, siapa yang
betah melajang?. Tidak ada orang yang betah melajang, apalagi perempuan.
Laki-lakinya saja, yang terlalu pemilih. Maunya yang cantik. Di dunia ini tidak
semua yang namanya perempuan cantik. Bak model atau artis. Tapi, setidaknya
kami mempunyai hati yang cantik dan itu tentu lebih awet ketimbang cantik dari
fisik saja.
Sepertinya
laki-laki jatuh cinta kepeda perempuan lewat pancaran kecantikan. Dan perempuan
sendiri melihat laki-laki dari sisi yang berbeda. Sejelek apapun laki-laki itu
selama ia bertanggung jawab, mencintai dia apa adanya, mau menerima kekurangan.
Perempuan tidak akan pernah melihat dari fisiknya. Tapi, kesungguhannya dalam
membangun sebuah hubungan. Kenyataan
ini, membuat hati ku sesak. Aku bahkan berpikir setiap laki-laki memang brengsek.
Memang tidak semua, tapi sebagian besarnya seperti itu.
Aku benci, dan
bisa saja rasa benci kepada (dia) membuatku benar-benar jatuh cinta.
Seberapapun lamanya aku menunggu, asalkan dia orang yang aku tunggu. Benarkan,
terkadang cinta memang tidak logis. Menunggu seseorang yang belum tentu suka
dengan aku yang benar-benar apa adanya. Tapi, biar saja. Asalkan si (dia) tahu
bahwa ada perempaun sederhana yang menunggu kehadirannya sejak lama, sejak
naskah tulisan ini di buat. Bahkan, lebih gila lagi, sebelum naskah ini
dibuatpun aku sudah lama menunggu. Mengikhlaskan perasaan ku menerima (dia) apa
adanya. Semoga saja, angin berbaik hati untuk menyampaikan salam ku padanya,
bahwa aku rindu dan juga rasa sayang itu, sekarang sudah bermekaran. I love
you..
Aku menunggu hapalan Al-Quran 3o juzznya.


Komentar
Posting Komentar
๐tulisan yang baik dan benar adalah gambaran pribadi diri sendiri. apapun yang kita tulis di kolom ini, seperti itulah adanya kita. ๐๐