🌼Catatan Langit Mulia
Rabu, 14 juni
2017; kami terakhir duduk dibangku kuliah smester enam. Selesai sudah tugas
kami belajar di kampus STAI Darussalam Martapura, jika nanti kami selesai
wisuda. Dan menunggu momen terpenting itu kami harus satu tahun lagi bertahan
untuk menyelesaikan semuanya. Itupun kalau kami tidak berleha-leha dan
bermalas-malasan.
Babak baru untuk
berjuang dan berdiri digarda garis terdepan telah dimulai. Bisa saja dulunya
teman akrab sekarang, sudah menjadi lawan. Lawan, siapa yang bersungguh-sungguh
untuk mencapai cita-cita dan tujuan maka dia yang akan berhasil duluan.
Tidak selalu mutlak bagi mereka yang jenius saja yang cepat menaklukkannya.
Apalagi yang paling pintar ngeles dan sering berkoar-koar di depan kelas. Karena sekarang ini, kita
berjuang sendiri-sendiri. Mungkin adakalanya teman-teman membantu tapi hanya
sekedarnya saja. Karena, mereka sendiripun sibuk memikirkan nasib
masing-masing. Bukan tidak peduli lagi, tapi begitulah keadannya. Seperti
mau kiamat saja.
Tiga tahun
berkumpul bersama, tentu itu bukan waktu yang sebentar. Ada banyak sekali
cerita-cerita di dalamnya. Bahagia, sedih, senang, tegang dan semuanya terlibat
merasakan hawa-hawa dimana semua rasa itu pernah berbaur bersama. 41 orang yang
tersisa dari sekian banyak yang ada di smester pertama. Dan hanya itu
orang-orangnya yang mampu bertahan. Tentu angka 41 juga bukan jumlah yang
sedikit untuk dikumpulkan dalam satu ruangan. Bisa dibayangkan, bagaimana jika
terjadi keributan?.
🌼🌼🌼
Aku rindu dan
ingin lagi (untuk) kembali. Tapi, kesempatan untuk melakukan hal terbaik di
kelas sudah tidak ada lagi. Penyeselan memang terjadi belakangan, ada banyak
kenangan yang terlupa. Ada banyak kebahagian yang tersisa tapi semuanya berlalu
begitu saja. Ada teman-teman yang luar biasa, merekalah tempat dimana aku
mendapat insfirasi, dimana tempat aku belajar memaknai hidup, dimana tempat aku
tahu bahwa benci dan rasa suka itu dekat sekali. Dan, merekalah
orang-orang pilihan yang yang dikirm Tuhan untuk menemani hari-hari kami
berbaur bersama selama 3 tahun.
Aku jadi terharu
mengingat itu semua, mengingat awal-awal pertemanan kami. Dalam satu ruangan
kami dikumpulkan, yang awalnya tidak kenal sama sekali, justru detik-detik
terakhir belajar berat untuk meninggalkan kebersamaan itu.
Mungkin kami
tidak pernah melupakan arti pertemanan itu, tapi seiring dengan berlalunya
waktu bisa saja pertemanan yang terjalin erat itu hilang tanpa di sadari. Dari
hilangnya komunikasi, jarangnya untuk saling bertemu dan menyapa. Semoga saja,
dari perjuangan kita itu, kita menjadi orang yang bermanfaat untuk sesama.
Aminnn.



Komentar
Posting Komentar
💐tulisan yang baik dan benar adalah gambaran pribadi diri sendiri. apapun yang kita tulis di kolom ini, seperti itulah adanya kita. 😊💚