Faridi.
Namanya Faridi.
Aku suka sekali menatapnya, Bukan
karena ketampanannya. Tapi karena dia menarik untuk di pandangi tanpa pernah
bosan sedikitpun. Aku takut, jangan-jangan aku tidak profesional dalam
mengelola hati ku sendiri. Sehingga, begitu melihat laki-laki yang menarik
hati, aku langsung mengagumi. Tuhan, maafkan aku. Tapi, makhluk ini sungguh
indah di mata ku.
Dia baik, dan dia humoris.
Bukankah itu yang aku suka selama ini?
Aku sering jatuh cinta dengan
orang yang bahkan belum aku kenalpun. aku sudah mampu untuk jatuh cinta.
Bagaimana dengan yang bertemu setiap hari. Bukankah cinta itu datangnya dari
seringnya kita bertemu. Yup, kali ini aku jatuh cinta [lagi] tapi dengan
orang yang berbeda. Bolehkah itu aku lakukan.
Aku tak tahu, apakah dia juga
mempunyai kekasih atau belum. Aku tak peduli, selama dia belum menikah dan
selama dia belum bisa untuk berkomitmen dengan seseorang, memangnya aku tak
boleh untuk jatuh cinta dengannya? Memangnya aku tak boleh mengharapkan lebih
dari sekedar cinta saja. Akukan manusia, aku juga punya hak dan porsi yang sama
dengan kekasihnya [mungkin].
Bodoh amat dengan perkataan
orang. Selama kita bahagia dan tidak terlalu menyakiti orang lain, kenapa harus
takut. Nggak perlu takut, mereka bukan Tuhan yang suka menghaakimi seenaknya
tanpa melihat fakta yang sebenarnya.
Faridi.
Satu nama telah tertancap dan
tersimpan di dalam hati ku. Tak mungkin aku bersikap berlebihan dengannya. Aku
akan berprilaku biasa saja. Selama tidak menimbulkan kecurigaan yang
berlebihan.
Hei, siapa bilang aku tidak
pernah jatuh cinta.
Aku manusia, aku normal. Tentu
aku juga ingin sama seperti kalian semua. Jatuh cinta, di sayangi dengan
sepenuh hati dan di beri pengertian tentang segala hal. Hanya saja, aku tidak
seperti orang kebanyakan. Mungkin mereka pikir aku jomblo, memang benar itu.
Jomblo ataupun tidak, menurut ku sama saja. Sering galau tak jelas, sering
senyum-senyum yang juga tak jelas asal-usulnya. Ternyata, orang jomblo menurut
hemat ku, lebih sering galau. Melihat sesuatu di depat mata yang romantis dikit
baper, mewek, merengek. Dan bagi mereka, kalau yang belum pernah
mengalami jomblo, mungkin tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya seperti itu.
Jomblo itu menyedihkan sekali, sering jadi ejekan, sering jadi candaan yang tak
pantas untuk di bicarakan seperti itu. Meskipun begitu, harus bagaimana lagi.
yang terpenting, tetap menjaga akhlak sebaik mungkin, mempersiap diri juga
sebaik mungkin, sampai ada yang menjemput untuk mengahalkan dan membawa kabar
gembira untuk sama-sama membangun fondasi untuk akhirat agar kelak mendapatkan
surga yang di inginkan.


Komentar
Posting Komentar
๐tulisan yang baik dan benar adalah gambaran pribadi diri sendiri. apapun yang kita tulis di kolom ini, seperti itulah adanya kita. ๐๐