Kabur 1


Sewaktu aku duduk di bangku sekolah Aliyah, tepatnya baru kelas satu. aku pernah kabur dari asrama. Aku lupa-lupa ingat kapan waktunya, yang jelas saat itu aku kabur pada hari selasa dan kembali hari rabu. Sebenarnya kalau mengingat masa-masa jahiliyah itu aku malu sendiri. Kenapa juga meski kabur segala. Maklumlah saat itu usia ku masih enam belas tahun. Masih labil, dan tidak bisa berpikir panjang. Bahkan sampai sekarangpun aku masih tidak bisa untuk berfikir dampaknya kedepan akibat perbuatan ku sendiri.

Aku orangnya suka begitu, bisa berbuat tapi tidak bisa bertanggung jawab.

Selama aku kabur, orang-orang di asrama pada panik mencari ku. Banyak sekali mereka berpikiran kalau aku di bawa dedemit, alam sebelah, jadi tumbal orang yang melakukan pesugihan, dan masih banyak lagi spekulasi yang masih buram untuk di beri penjelasan yang tepat.

Padahal aku kabur karena, masih mencari jati diri. Alasan yang tidak masuk akal. Aku sendiri sejujrunya jug tidak tahu kenapa bisa kabur segala.

Begini saja, sudah sering ku bilang bahwa aku orangnya ANEH. Titik. Dan jangan banyak tanya ini itu lagi.

Aku kasihan dengan kakak ku. Saat kehilangan ku dia yang paling panik luar biasa, mencemaskan ku, apakah aku baik-baik saja. dia pasti merasa sangat bersalah sama ayah ibu ku karena tidak menjaga ku dengan baik dan benar.

Aku justru biasa-biasa saja. Bahkan, paman ku yang juga Guru di sekolah itu sempat melapor ke polisi,karena saking paniknya, mencari bantuan kepada orang-orang yang di rasa punya ilmu sakti mandra guna, agar tahu di mana letak posisi ku. Agar aku lekas pulang, dan menceritikan masalah yang sebenarnya, kenapa aku bisa berpikiran sampai kabur segala. Aku takut pasti mereka marah besar saat tahu alasan konyol ku kenapa harus minggat segala dari asrama. Bukan kah itu sama saja mencemarkan nama baik sekolah. Sumpah, dulu aku tidak berpikir sejauh itu. Tidak berpikir kalau kepergian ku yang diam-diam itu membuat semua orang panik, membuat kakak ku, paman ku dan seluruh sekolah juga ikut khawatir. Mereka bahkan mengarahkan semua kemampuan yang mereka punya untuk mencari ku. Menanyakan apakah pernah melihat ku lewat di jalan ataupun singgah di rumah-rumah tetangga. Mereka bahkan mencari ku kesemua ruangan di sekolah, kalau-kalau aku di sembunyikan dedemit nakal itu.


Tak tahunya, aku kabur dan aku justru enak-enakan saja. Cerita itu aku dapat setelah aku pulang keasrama pada hari rabu. Tepatnya, mereka bercerita pada hari sesudahya. Kamis.

Komentar

Postingan Populer