Katakan Cinta Bila Cinta. Katakan Sayang Bila Sayang. Jangan Jadi Cowok Plin-Plan


Makhluk yang bernama perempuan itu perlu kepastian. Dia tidak bisa di gantungkan begitu saja. Mengambang dan tanpa tujuan yang jelas.

Kaum laki-laki itu suka pilih-pilih. Dia suka, dia serius. Dia gak suka, perempuan hanya dijadikan mainan. Seperti boneka. Bonekanya bagus, dipuja-puja dan dan di manja. Jika sudah kadaluwarsa, dtendang dan dicampakan begitu saja. Menyedihkan. Dan hati ku nanar melihat pemandangan seperti ini.

laki-laki itu, sesholeh apapun dia, sepintar apapun dia dalam bidang agama. Pasti ada mempunyai pikiran jorok dan melecehkan perempuan. Aku tak menjamin, laki-laki yang menghapal Quran sekalipun luput dari pikiran yang berbau maksiat. Beberapa orang yang aku kenal, pikiran mereka rata-rata menyedihkan dan 50% nya  tanda tanya[?].

hiks, aku pikir mereka benar-benar sholeh, tak taunya, hanya dari luar saja.

aku sadar, aku juga bukan tipikal perempuan yang maratus sholehah, yang kegiatannya tidak lepas dari beribah dan berbuat baik. Tapi, setidaknya aku juga bukan perempuan yang mengumbar cinta tidak halal (pacaran).

Kaum laki-laki yang [katanya] sholeh itu suka dengan perempuan yang anggun, cantik, jika diajak bicara menunduk dan malu-malu, dan segala macam bentuk yang membuat kaum laki-laki semakin [kesemsem].

Kata teman-teman dekat ku, laki-laki tampan kalah saing dengan laki-laki jenaka dan humoris. Apalagi, suka mentraktir dan gak pelit. Siapa yang gak bisa nolak kalau di ajak. Terkadang, mereka cendrung lebih banyak di gandrungi kaum perempuan. Bagi kami, wajah tak pernah jadi ukuran, selama dia royal dan baik hati. It’s oke.

Bagi laki-laki, kecantikan perempuan tetap prioritas utama, dia jatuh cinta dengan apa yang dia lihat, sedangkan perempuan, jatuh cinta kepada laki-laki hanya dengan mendengar suaranya saja sudah membuat perempuan terngiang-ngiang. Siapa gerangan pemilik suara tersebut. Agak aneh sebenarnya. Tapi, itu sebuah kodrat yang sejak di lahirkan sudah ada.

Aku perempuan, dan entah kenapa aku merasa ada yang disakiti dan di kecewakan. Mungkin ini salah ku, aku terlalu memupuk harapan, dan pada akhirnya, ketika harapan itu berbuah justru tidak sesuai dengan keinginan. Akhirnya, kekecewaanlah yang aku dapatkan. Ini baru proses. betapa tidak profesionalnya aku untuk mengelola hati ku sendiri. Di biarkan saja, sehingga dengan mudahnya orang lain keluar masuk- numpang lewat tanpa tujuan yang jelas. mereka pikir aku pintu. Aku menangis dan hati ku teriris dengan sembilu, itu menyakitkn sekali.





Komentar

Postingan Populer