*Muhammad Al Fatih, Idola saya*


*Muhammad Al Fatih, Idola saya*
Namanya Muhammad Al Fatih. Saya sangat mengidolakannya. Jadi tokoh yang saya kagumi ini, bukan berasal dari kalangan artis, pejabat, apalagi yang bukan siapa-siapa. Waktu itu umur saya hampir mengingjak umur 21 tahun. Sama dengan umur Muhammad Al Fatih ketika merebut Kota Romawi Timur atau Konstantinopel. Nama Muhammad Al Fatih memang tidak setenar artis Bollywood seperti Shah Rukh Khan, Salman Khan ataupun Khan-Khan yang lainnya yang kalian kagumi. Bukan tidak tenar, tapi kalianlah yang sudah di pengaruhi oleh jaman sehingga yang seharusnya mengidolakan tokoh-tokoh Muslim yang sangat terkenal pada jamannya, justru berganti dengan mengidolakan tokoh-tokoh artis yang bahkan tokoh-tokoh itupun belum tentu mengenal kalian. Menyedihkan!
            Nama Muhammad Al Fatih pernah di sebutkan oleh Rasulullah, begini bunyi hadis tersebut “kalian pasti akan membebaskan Konstantinopel, sehebat-hebat Amir (panglima perang) adalah Amirnya, dan sekuat-kuat pasukan adalah pasukannya.” Yang di riwayatkan oleh Ahmad. Itu kata Rasulullah dalam sabdanya.
            Muhammad Al Fatih, bagai cinta pertama dalam hidup saya. Sayang, Muhammad Al Fatih sudah berabad-abad yang lalu meninggalkan saya, hei bukan saya saja tapi kita semua. Saking saya mengagumi sosok Muhammad Al Fatih, saya selalu menulis namanya di manapun, di dinding, di video, bahkan di laptop. Orang sering kali beranggapan bahwa Muhammad Al Fatih adalah pacar saya, bahkan menurut saya sendiri,Muhammad Al Fatih jauh melebihi itu semua. sudah berlembar-lembar buku penuh di isi dengan tulisan kisah heroik dari sang legenda yang sangat terkenal. Sudah berkali-kali saya mendengar dengan kepala dan telinga sendiri cerita tentangnya. Bahkan, tak saya temui kebosanan sedikitpun untuk terus membaca kisahnya ataupun langsung mendengar dari orang-orang yang menceritakannya.         
            Muhammad Al Fatih terkenal dengan tahun 1453, karena pada tahun itulah sabda Rasul tercinta menjadi kenyataan.
            Muhammad Al fatih di lahirkan pada tanggal 20 April 1429, dia adalah orang Turki. Turki dulunya bagian Timur tengah, entah kenapa sekarang Turki beralih menjadi Benua Eropa, bukan lagi Benua Asia. Karena, Cuma Turki yang menjadi perbatasan antara Asia dan Eropa.
            Semenjak balig hingga meninggal Muhammad Al Fatih, tidak pernah meninggalkan sholat rawatib dan tahajud. Yang sunnat saja tidak pernah ia tinggalkan, bagaimana dengan yang wajib. Beda dengan kita, sholat yang wajib saja kita masih bolong-bolong mengerjakannya, jangan tanya untuk sunnatnya, pasti tidak pernah kita melakukannya.
            Umur 23 tahun Muhammad Al Fatih menguasai 7 bahasa internasional dan umur 21 tahun sudah menjadi gubernur. Hebat bukan. Bandingkan dengan saya, waktu umur saya 21 tahun, tidak ada target yang saya capai. Selain bertambahnya umur tanpa makna.
            Muhammad Al Fatih terkenal juga dengan sebutan tiga kerajaan besar, setelah runtuhnya masa Dinasti Muawiyah dan Dinasti Abbasiyah. Kerajaan besar itu terletak di (Iran), (India), dan  (Turki).
            Jadi ini kisah heroiknya.
            Sejak belia Muhammad Al Fatih sudah dididik intensif oleh ulama-ulama pilihan. Berbagai ilmu di pelajari dan ratusan sejarah-sejarah perjuangan Nabi di ceritakan kepadanya. Bagaimana Nabi menjadi sosok Pemimpin dalam berperang, starategi apa saja yang di gunakan Nabi dalam berperang dan perjuangan-perjuangan kisah Nabi terus di ceritakan agar kelak Muhammad Al Fatih, mampu merebut Kerajaan yang sudah dijanjikan berabad-abad lamanya. Setelah Nabi bersabda, 800 tahun kemudian barulah kisah tentang pembebasan Konstantinopel itu tercapai. Tentu saja, banyak sekali pemimpin-pemimpin terdahulu yang ingin menjadi orang yang di sebutkan Nabi dalam sabdanya. Tapi, Allah berkehendak lain. bukan pada pejuang-pejuang itu Allah sematkan namanya, tapi pada Muhammad Al Fatihlah Allah menjadikan keberhasilan dalam membebaskan kota Heraklius itu. Mungkin kalian lupa-lupa ingat siapa itu Heraklius?.
           2 bulan lamanya, muhammad Al Fatih berperang. Bukan waktu sebentar. Menyiapkan beratus-ratus ribu pasukan. Beratus-ratus pula gugur dalam peperangan. Berbagai macam starategi telah di gunakan, berhasil sebagian tapi, lebih banyak lagi yang tidak berhasil. melewati berbagai rintangan dan hambatan, tapi tidak pernah surut cita-cita Muhammad Al Fatih untuk membebaskan kota itu dan ingin menjadi orang yang telah di sabdakan Nabi. Sudah berbagai macam cara di tempuh, melalui lautan, daratan, meriam, bahkan hal paling mengagumkan adalah Muhammad Al Fatih membawa kapal-kapal sebanyak 72 buah melewati gunung tidak kurang dalam sehari semalam. Karena, dengan cara tidak masuk akallah terkadang yang menjadi pemenang. Dan itu adalah pilihan terakhir, dari strategi peperangan yang di lakukan selama 2 bulan. Tentu saja itu awal dari keberhasilan untuk merebut kekuasaan Kerajaan Heraklius.
            Kalian pasti agak sedikit kebingungan, di mana letak sosok mengagumkan itu. Dan bertanya-tanya apa hebatnya sih?
Hei, tentu saja itu hebat.
Orang sekarang umur 21 tahun bisa apa, nggak bisa apa-apa. Jangankan menaklukan Konstantinopel macam Muhammad Al fatih, mandiri saja belum. Masih di urus sama orang tua, masih minta duit sama orang tua, masih suka ini itu yang tujuannya tidak jelas.
Umur 21 sekarang, sholat yang menjadi kewajiban saja masih bolong-bolong. Suka rusuh sama teman sendiri, suka hura-hura. Suka macam-macamlah.
Dalam hidup ini, kita memang harus punya panutan, selain Allah Dan RasulNya. Agar kedepan kita bisa mencontoh orang-orang hebat yang luar biasa itu. Kalau kita nge’fans’nya sama artis, memang artis yakin bisa membawa kita ke surga. Belum tentukan. Apalagi artisnya macam Young Lex, ganteng enggak, tatto’an iya, suaranya waktu nyanyi juga gak bagus-bagus amat, tokoh seperti itu yang kalian suka. Gak banget deh, kalau saya. 
Idola itu tidak meski yang sudah lama meningalkan kita. Tidak jauh-jauh. Mungkin kalian akan setuju dengan saya, bahwa kita sama-sama mengidolakan sosok ulama paling terkenal di tempat kita. siapa itu, tentu saja Guru Sekumpul. Nah, kitakan pernah hidup satu jaman dengan beliau, tentu kita akan lebih mudah mengikuti tata cara beliau dalam beucap, bergaul, ataupun berbuat kebaikan-kebaikan lainnya.
Nabi tercinta juga pernah bilang, siapa yang kita cintai dan dan sayangi di dunia ini tentu di akhirat juga akan di kumpulkan. Kalau kita mencitai orang atau idola yang jelas-jelas bukan beragama islam, sudah bisa di pastikan orang tersebut masuk apa. Jadi, kata ‘idola’ itu tidak harus dari artis.
Maka sekarang, kita harus mengubah cara pandang kita, yang dulunya kita mengidolakan artis-artis, sekarang kita harus mengidolan tokoh-tokoh ilmuan muslim pada Dinasti-Dinasti terdahulu. Ataupun ulama-ulama sekarang.
Terimakasih, semoga kita menjadi orang yang bermanfaat untuk sesama.
Salam....
19 sep 2017
Karya:
Muliati Asyura






                                                                                

Komentar

Postingan Populer