kisahku di toko buku
Girls, aku kasih tahu ya. kalau cari gebetan
atau pacar jangan yang anak kost. Terserah mau percaya atau nggak. Yang jelas
anak kost itu sedikit pelit. Aku masih bingung dengan konsep hemat atau pelit.
Terkadang, antara pelit dan hemat itu beda tipis. Di bilang pelit alasannya
untuk berhemat. Di bilang hemat, ya tetap hemat.
Jadi gini ceritanya, beberapa bulan yang lalu, aku di
kenalin sama tante ku dengan anak tahfidz, iya. Orang yang sering menghapal al
quran itu. Nah, beberapa hari kami kenal lewat hp akhirnya kami
memutuskan untuk ketemuan.
Tempat pertama yang kami datangi adalah toko buku Karisma
Banjarbaru. Untung saat itu aku banyak bawa duit, coba kalau nggak, bisa mati
berdiri. Aku berharap banget saat itu, untuk buku yang pengin aku beli di bayar
sama dia. Boro-boro mau di bayar, dia aja nggak peduli. Padahal, sudah
di kasih kode, “kak, kita kekasir yuk” eh pas tiba di depan kasirnya langsung
melongos keluar begitu aja. Di kira berhenti, untuk di bayarin. Tak tahunya di
suruh bayar sendiri. Aku bilang pada diri sendiri, ini orang kok pelit banget
ya. masa buat bayarin buku aja gak mau. Beberapa menit berlalu....
Dia mau ngajak kami makan atau minum gitu. Ya udah aku
terima.
Di tempat makan itu juga di kasih makan yang harganya
paling murah. Sampai sekarang aku suka kesal kalau ingat itu. Ini cowok gak gak
royal banget sih. Padahalkan seharusnya, awal bertemu. Gak apa-apa dong buat
ngeluarin uang banyak.
Jadi girls, memang tidak semua anak kost pelit
kayak yang aku rasain. Mungkin saja, akunya yang terlalu matre sehingga di
kasih itu semua tidak puas. Tidak bersyukur.
Aku juga pernah bilang secara tidak sengaja, kalau dia
memang PELIT. Memang begitu kenyataannya.

Komentar
Posting Komentar
๐tulisan yang baik dan benar adalah gambaran pribadi diri sendiri. apapun yang kita tulis di kolom ini, seperti itulah adanya kita. ๐๐