Ghazali Nikah! ππ
![]() |
| sumber: https://www.pexels.com/photo/close-up-of-couple-hands-250159/ |
Ghazali menikah! Tidaaaaaaaaaaaaaak!
Beruntung banget sih istrinya,
bisa dipersunting sama Ghazali. Oke, aku nulis begini bukan sirik, iri atau
apapunlah. Hanya tidak menyangka saja, secepat itu dia menikah dengan usia yang
relatif muda. Muda banget malah. Gak habis pikir sih. Tapi, kalau sudah takdirnya
menikah diusia begitu, mau apa kita.
Huhhh...balik keistrinya.
Istrinya namanya Siti Hasanah,
atau Siti Nurhasanah, lupa siapa nama tepatnya. Aduh. Gimananya ya harus
menceritakannya. Aku kehilangan kata-kata untuk mendiskripsikan “keberuntungan
si istrinya”.
Ghazali itukan secara finansial,
oke. Dari nasabnya, juga keturanan orang-orang terhormat. Kakek dari ayahnya
kan, salah satu ulama terkenal Kalimantan Selatan, sekaligus pernah memimpin
sekolah pesantren terbesar di Kalimantan Selatan juga.
Postur tubuhnya, meskipun agak
genduk tapikan dia ganteng, brewokan, kayak orang Arab gitu, padahal setahu ku,
dia sama sekali bukan keturunan Arab, tapi entahlah. Mungkin saja kakek
buyutnya, keturunan Arab. Lulus Hadramaut lagi, jadi ustadz lagi, apalagi.
Sempurna banget coba, siapa yang gak ngiri sama istrinya dapat Ghazali yang
luar biasa.
Padahal istrinya biasa aja. Gak
terlalu cantik katanya yang pernah melihat secara langsung. Masih muda, itu
point dan nilai plusnya. Secara umurnya
16 tahun. Masih duduk di bangku sekolah, dan mereka berdua, dari kabar yang
bergentanyangan, dijodohkan. Tapi, tetap saja ada perasaan iri sama istrinya.
Kok untung banget sih. Dapat seganteng dan sesholeh Ghazali.
Baiklah, aku harus melihat
perbedaan yang nyata. Aku dan Ghazali dari segi usia juga tuaan ku, secara umur
gak mungkin aku suka dengannya. Atau kata pedasnya “gak mungkin juga Ghazali
mau dengan ku”. Tapikan, hati, perasaan, cinta siapa yang tahu.
Kamaren itu, hari paling sakit
hati yang dirasakan teman-teman dibawahku dan diatasku. Maksudnya usianya.
Semua teman-teman pada bertanya-tanya, apasih amalan istrinya kok beruntung
banget diperistri sama Ghazali?. Tuh, keluar jugakan pertanyaan selama ini.
pertanyaan yang bagai gunung api. Siap untuk memuntuhkan isinya.
Ya ampun, itu cewek masih belia
banget. Paling-paling kalahiran 2001. Sama dengan usia adikku. I6 tahun. OMG!.
Aku yang udah tua begini saja, masih belum ada yang bersedia untuk
menghalalkan. Yang ada justru sering ditinggalkan. Hikss,,nasib!
Sudahlah, Ghazali sudah punya
orang. Sudah ada istrinya sekarang. Mau berharap juga tak mungkin. Kayak si
“pungguk merindukan bulan”. Mana bisa kegapai.
Tapi, menurutku gak enak juga sih
jadi istrinya. Dikata-katain banyak orang. Kok ganteng ya suaminya. Kok, mau ya
suaminya sama dia. Kok, bisa ya mereka berjodoh. Kok ini ya. kok itu ya. seandainya aku diposisi sang istri, pasti
bakal down. Meskipun tidak peduli apa kata orang. Tapi, tetap saja menyakitkan.
Aku juga gak tahu dengan nasib ku
sendiri. Bisa saja suatu saat nanti berada diposisi sang istri. Bahagia bisa
menerima kita apa adanya, tapi disisi lain harus tegar dengan omongan orang.
Pernikahan ala beauty and the beast, kurang bisa diterima di kampung-kampung.
Selalu menarik untuk dijadikan bahan gosip. Selalu jadi tranding topik, kok
bisa?
Satu hal lagi yang bikin aku
tambah, tambah ngiri.
Acara akad nikahnya disaksikan
ribuan pasang mata. Didengar ribuan telinga dan mungkin di tangisi para jomblo
yang gampang baper, karena pernah, ehmm...suka dengan Ghazali. dan Ghazali,
sempat salah mengucapkan ijab kabulnya
sempat diulang 3 kali, baru yang ketiga bisa dengan benar mengucapkan lapaznya.
Secara, pakai bahasa Arab gitu.
Oke, aku sudahi saja tulisan ini.
makin banyak menulis tentang mereka berdua makin sakit hati ku. Makin sesak
nafas ku. Makin, gak bisa move on. (gak bisa move on dengan siapa?)
Yang jelas sih! (sambil mata
melotot) semoga mereka menjadi keluarga bahagia. Kaluarga yang sama-sama
merindukan surgaNya. Dan, semoga juga. Ehhhmmm...aku cepat didekatkan dengan
jodohku. Dengan pilihan yang terbaik yang dikirim Tuhan untukku.
Happy Wedding Ghazali dan Istri
(malas nulis namanya).


Komentar
Posting Komentar
πtulisan yang baik dan benar adalah gambaran pribadi diri sendiri. apapun yang kita tulis di kolom ini, seperti itulah adanya kita. ππ