Nona Na


Aku selalu takjub dengan kepribadian Nafisah. Meskipun sering menjengkelkan, tapi dia sebenarnya adalah gadis yang baik hati.

Hampir tiga tahun kita sekamar, tak pernah sedikitpun Nafisah menampakkan kemarahannya terhadap kami secara terang-terangan –aku dan Raudah-. Nafisah tipikal perempuan yang pendiam dan juga pemalu. Sering aku mengajaknya untuk berbincang dengan teman-teman yang lain, tapi ia memilih untuk berdiam diri dikamar. Selama tiga tahun pula, dia tak pernah bercengkrama dengan kami semua, kecuali hanya dikamar. Itu juga kalau dia punya waktu senggang. Karena, Nafisah adalah seorang pembelajar yang ulet, telaten dan punya kedispilinan yang tinggi.

Tak ada satupun yang mampu aku tiru dari sikapnya. Nafisah selalu bangun pagi sebelum azdan subuh berkumandang, selalu tak pernah tidak. Selalu tidur tepat 9:30 kecuali jika dia punya tugas yang mengaharuskan tidur jam 10 keatas. Tak pernah bergadang seperti yang biasa aku lakukan.
Baginya tiada hari tanpa belajar, dan bagiku tiada hari tanpa berteman. Dalam siatusi apapun Nafisah selalu belajar. Bahkan sedang sakit saja ia tetap menyempatkan waktu untuk belajar. Benar-benar pribadi yang patut dicontoh.

Komentar

Postingan Populer