2018 semoga menjadi lembaran baru


Umur 18 tahun ibuku sudah menikah. Pada jaman ibuku umur 18 tahun pasti dianggap terlalu tua untuk menikah. Beda dengan jaman ku sekarang. Tapi, lain pula penilaian umur dimata ibuku. Anak gadis yang sudah melewati batas umur 20 tahun tentulah dianggap perawan tua. Dan kadang aku tak habis pikir, bisa-bisanya ibu menganggap seperti itu.

Aku tahu, setiap kekhawatiran ibu terhadapku itu adalahh bentuk kasih sayang yang tiada tanding. Karena ibu adalah ibu nomor satu seluruh dunia.

Dan aku juga baru tahu kenapa ibu berambisi sekali ingin melihat ku menikah di usia yang, yah yang muda seharusnya. Berhubung sudah kelewat ototmatis ibu menginginkan pernikahan ku diumur yang ideal. 22 tahun. 2018 harapan terbesar untuk mencapai keinginan itu. Termasuk wisuda.

Ibu ternyata berpatokan pada hadis Nabi, tentang menyegerakan anak perempuan untuk cepat-cepat dinikahkan. Aku setuju dengan apa yang di lontarkan ibu tempo hari. Masalahnya, menikah tidak segampang itu. Dan menurutku lagi menikah bukan dilihat dari segi usia, tapi kecerdasan seseorang. Ketika umur seseorang tersebut sudah mencapai usia menikah, tapi dia tak pandai dalam mengurus keperluan diri sendiri apalagi keperluan orang lain, maka tak bisa hadis itu dijadikan alasan untuk di segerakan bagi orang tua untuk menikahkan. Aku misalnya, saat aku ingin dinikahkan umur 19 tahun belum tentu aku  cerdas dalam mengelola rumah tangga. Beda dengan kaka ku yang memang sudah diberi kecerdasan sejak lahir, pantas saja kalau ibu menikahkan kakak ku diusia yang sangat muda. Karena memang dia cerdas.

Hidup kadang begitu, tak menikah dibicarakan banyak orang, jadi bahan ledekan dan candaan. Menikah telat lebih mudah dapat nyinyir dari tetangga. Lebih mudah di olok-olok dan membuat orang tersakiti. Yah, aku tak mempersalahkannya. Jodoh bukan tebak-tebakkan atau undian. Jodoh adalah sesuatu yang sangat sakral, yang sangat istimewa. Dan, jodoh Tuhan yang menentukan bukan manusia. Kita bisa saja berenca ini itu, tapi yang menentukan segalanya adalah Tuhan.


Semoga di 208 ini harapan itu tercapai. Tuhan, aku ingin disegerakan dalam menyempurnakan separuh agama Mu. Amien....

Komentar

Postingan Populer