rentan galau
Hobby banget nongkrong
diperpustakaan daerah. Ada banyak alasan kenapa suka nongkrong disini karena,
pertama suka banget membaca selain itu juga bisa memakai wifi secara gratis
tanpa jeda.
Umur kayak aku rentan banget
galau, ada masalah dikit galau, melihat teman kawin galau, skripsi belum
selesai-selasai galau. Pokoknya hampir setiap waktu galau. Kayak kesan aja
“tiada hari tanpa galau”. Untuk mengobati kegaluan itu, pergi keperpus aja solusinya.
Padahalkan solusi paling mujarab mengobati kegalauan itu sering-sering aja bawa
sholat, ngaji dan baca sholawat. Selain galaunya hilang, dapat pahala pula.
Inilah galau abad modern, meninggalkan wasiat orang tua dulu.
Kadang suka bingung aja, hari-hari
yang aku jalani seperti sia-sia. Tak ada hal yang bermanfaat yang bisa aku
perbuat selain kesia-siaan. Kerjanya Cuma tiduran, makan, tidur lagi,
menggosip. Begitu seterusnya. Tau-tau hari semakin berganti, bulan dikelendar
hampir pertengahan Pebuari. Tak terasa di tahun 2017, eh ternyata sudah di 2018
hidup bernafas. Padahal, dilihat-lihat tak ada pencapaian sama sekali yang aku
peroleh. Yang kemaren pengen kawin juga tidak kawin-kawin, yang kemaren
berkoar-koar ingin lebih baik, kelakuannya malah sama aja kayak tahun
sebelumnya. Terus? Iya itu tadi. Sepertinya, Tak ada hal bermanfaat yang bisa
aku lakukan.
kalau ngomongin tentang cinta,
memang tak ada habisnya. Kalau ngomongin masalah cowok idaman sama teman-teman
semangat sampai lupa kalau panggilan sholat di masjid berbunyi. Malah,
pura-pura nggak dengar. Sumpah parah bangetkan. Ngakunya muslimah taat, tapi
itu diluaran. Kalau udah didalam, masih aja aurat kebuka. Suka gaya anak cowok
pula, pakai celana boxerlah, gunting rambut pendeklah, pakai baju penggalan
cowoklah, dan masih banyak lagi kelakuan yang belum mampu aku benahi secara
menyeluruh. Paling-paling berubahnya Cuma niat. Cuma ucapan dibibir saja. Benar
kata Faridi distatus whatsappnya “berhijrahlah kamu agar tahu betapa
susahnya istiqomah” dan benar banget istiqomah dijalan kebaikan itu susah
banget. Banget! (ehem,,, jadi kangen sama ini anak)
Gak usah jauh-jauh. Mau sholat
tepat waktu aja sulitnya MasyaAllah. Gimana dengan yang lainnya, tentu dong
susahnya tuh minta ampun.
Oh iya, membahas tentang
spritual, aku gak jagauannya.
Jadi gini, ehem, kebetulan
hari ini sabtu dan setiap seminggu sekali tepatnya di hari sabtu, berseberangan
dengan asrama ku ada majelis ta’lim. Dan itu banyak banget orangnya. Pengajian
ini diisi oleh ibu-ibu berbagai kalangan. Dan guru yang mengisi pengajian ini
adalah ulama terkemuka di Martapura, beliau memiliki sekolah tahfizd dan
murid-muridnya banyak sekali. Nama beliau adalah KH. Muhammad Wildan Salman.
Atau yang biasa di panggil dengan sebutan guru Wildan. Dan, aku tidak setiap
minggu mengikuti mejelis beliau. Maafkan saya guru.
Padahal dekat sekali menuju jalan
kesyurga, beberapa jengkal saja. Tapi, mungkin dosaku yang berlimpah yang
menghalangiku untuk ikut mejelis beliau. Aku justru salut dengan mereka yang
jauh-jauh datang hanya demi mendengarkan untaian-untaian hikmah dari sang Guru.
Sedangkan aku, yang dekat dengan mejelis ta’limpun tak tergerak untuk istiqomah
berangkat lalu mendengarkan ceramah yang beliau sampaikan. Allah Karim, mudahkan
aku menemui jalan petunjuk itu.
Diluaran pakaian sudah oke, tapi
didalam kalbu tak ada yang tahu. aku sependapat aja sih dengan orang-orang yang
suka bilang, pakaian seseorang itu cerminan dari akhalaknya. Dan semoga
pakaianku menuntut kalbuku untuk terus menjadi pribadi yang berakhlak mulia.
Sesuai dengan nama pemberian kakek tercintaku, Mulia.
Iri hati memang tidak boleh, tapi
untuk kebaikan tak mengapa. Dan, sekarang aku lagi iri dengan teman-teman
muslimah yang sangat antusias dan rajin untuk mengikuti jalan petunjuk itu. Dan aku, aku hanya bisa
memandang tanpa tergerak sedikitpun untuk mengikuti jejak langkah mereka.
Bagaimana jika mereka nanti yang justru lebih awal masuk syurga. Semantara, aku
masih kebingungan pintu mana yang akan aku masuki. Bukan bingung karena
banyaknya pintu syurga tapi bingung amal mana yang pantas untuk ku masuk kesyurgaNya.
Ya Allah, bantu aku untuk menjadi
pribadi yang lebih baik lagi, lagi dan lagi.


Komentar
Posting Komentar
๐tulisan yang baik dan benar adalah gambaran pribadi diri sendiri. apapun yang kita tulis di kolom ini, seperti itulah adanya kita. ๐๐