masa-masa bimbang


Makin bertambah umur, kok makin takut ya untuk menikah. Benaran, aku akhir-akhir ini makin belum siap untuk menikah. Padahal kalau dilihat dari usia sudah mantap dan siap. Tapi kalau ditilik lebih dalam lagi, secara batin aku belum mampu. Entahlah, apa yang membuat ku untuk menunda.

Orang tua ku, ingin sekali melihatku cepat-cepat untuk menikah. Aku sendiri justru enggan untuk menikah cepat-cepat. Dulu memang sempat kepikiran untuk menikah. Tapi, seiring waktu berlalu keinginan itu juga mulai berkurang.

Telat menikah, bukan berarti tidak laku. Bukan itu. Tapi, menikah itu berat dan katanya ibadah paling lama. Aku tidak mau dalam beribadah rusak karena kekurangan kita dalam mengetahu ilmunya.
Menikah itu berat, bukan Cuma rindu yang berat.

Jujur saja, kalau ada laki-laki yang siap membimbing, mengayomi, bertanggung jawab, menggantikan peran ayah-ibu, dan yang terpenting bisa menerimaku apa adanya. Aku sih insyaAllah mau-mau saja.

Kadang laki-laki mencari istri yang cantik, sholehah tentu saja. Dan, sepertinya aku bukan katagori itu deh. Aku memang lulusan sekolah yang pelajarannya lebih banyak agama, tapi bukan berarti aku benar-benar menjadi perempuan sholehah.

Jujur saja, aku sempat jatuh cinta di tempat KKN. Dengan laki-laki yang menurutku secara pribadi sempurna. Cuma sayang sekali, dia menganggapku biasa saja. Tak lebih tak kurang, hanya menganggap ku adik. Mungkin saja. Kebenarannya aku tidak tahu.

Berharap itu menyakitkan, apalagi berharap pada orang yang salah, benarkan? Sudah sering ku bilang ditulisan-tulisan sebelumnya. Tapi, kadang kita tak peduli. Kita masih saja menganggap seakan-akan itu benaran nyata. Padahal nyatanya, kita hanya terlalu mempercayai ilusi yang kita buat sendiri.

Masa-masa KKN, baru ini yang mampu kutulis. Padahal, masa-masa itulah yang sangat indah untuk diceritakan. Dan sangat berharga untuk dilupakan.

Lanjutannya nanti.....

Komentar

Postingan Populer