keluarga abstrak
hai anakku yang entah masih berupa.
Baik-baik ya sayang disana, doakan Ibumu semoga cepat
bertemu dengan Bapakmu. Semoga kita bisa kumpul sama-sama dan pelukan bareng
bertiga. Ibu tidak sabar menanti moment itu. Pasti kayanya seru sekali. Apalagi
nanti ada suara tangis dan tawa kamu yang akan mencairkan kebersamaan kita.
Yang akan membuat kita kerepotan mengurusmu sekaligus membuat kita merasa
sangat bahagia karena sudah menjadi orang tuamu.
Nak, hari ini Ibu sedih. Sedih sekali. Rasanya Ibu ingin
menangis, ingin sekali. Hanya saja tangisan itu Ibu tahan. Buat apa menangis
hanya sebuah pertanyaan, dia benar tentang hal itu, hanya saja Ibu yang terlalu
baper.
Nak, berapa tahun lagi kamu hadir ditengah-tengah kita?
Nak, jangan lupa doakan Ibu ya sama Allah, agar langkah Ibu
untuk dijemput Bapakmu di segerakan. Ibu sebenarnya juga tidak ingin buru-buru,
tapi kakek sama nenekmu yang tidak
sabaran melihat Ibumu ini bersanding dengan seseorang yang mampu menggantikan
peran mereka.
Masalahnya, mencari Bapakmu tidak segampang mencari belut
dalam embar. Bapakmu ada dimana sih Nak? Kok sampai saat ini belum juga ada
tanda-tandanya datang.
Kadang Ibu khawatir, jangan-jangan Bapakmu tak pernah
ada. Jangan-jangan kamu? Ah tidak mungkin, Ibu pastikan, dalam tahun ini
insyaAllah Ibu akan berjumpa dengan Bapakmu. Nak, ingat pesan Ibu ya, jangan
berhenti berdoa untuk mu, Ibu dan Bapakmu.
Nak, orang yang hampir membuat Ibu menangis tadi. Orang
yang sama menyakiti hati Ibu beberapa bulan yang lalu. Dan sekarang, tengoklah
perbuatannya lagi. ia menyakiti hati Ibu lagi. ya Allah Nak, sakit sekali
rasanya. Hati Ibu seperti di sayat-sayat. Hati Ibu seperti ingin terkoyak.
Ingin sekali Ibu membalas dengan sebuah kata-kata kasar, tapi Ibu tetap ingin
sabar. Yah! Ibu tetap ingin sabar.
Rasanya Ibu seperti dIbully, Ibu sadar, Ibu tidak cukup
menarik untuk mendapatkan cinta seorang laki-laki yang Ibu inginkan. Ibumu ini
tidak cantik, maaf ya Nak. Jika kamu terlahir dari rahim seorang perempuan yang
tidak cantik.
Ibu tidak tahu, apa yang bisa dibanggakan dalam diri ini.
Ibu tidak punya bakat apapun, Ibu tidak seperti orang-orang yang punya banyak
prestasi. Jangan menyesal ya Nak, jika nanti kamu lahir dan kamu seusia Ibu ini
justru nanti kamu menyesal telah dilahirkan.
Ibu mohon, jangan pernah ada penyesalan. Kamu boleh marah
tapi jangan sampai kamu melupakan Ibu.
Nak, malam ini. malam di awal bulan Juli ini, Ibu ingin
kamu mencium Ibu dan memeluk Ibu dari sana. Dari tempatmu saat ini berada. Nak,
Ibu rindu dengan mu dan juga, dengan Bapakmu yang entah siapa?

Komentar
Posting Komentar
๐tulisan yang baik dan benar adalah gambaran pribadi diri sendiri. apapun yang kita tulis di kolom ini, seperti itulah adanya kita. ๐๐