Ingin jadi TKW saja

Minta ijin mau pulang keasrama sama ibu rasanya kaya lagi bawa beban segunung, berat dan sulit. Apalagi tak ada tanggapan. Ibu cuma diam lalu memandang sebentar wajahku dan kemudian ibu seperti biasa melakukan hobbynya, membaca.

Aku paham, kalau mau pulang berarti banyak uang yang harus ibu keluarkan untuk ku. Sementara, umurku sudah 23 tahun tapi belum mandiri secara finansial.

Sedih juga melihat keadaanku sekarang. Sudah hampir sarjana tapi masih nganggur. Bingung mau kerja apa? Bingung rasanya aku tak punya keahlian apa-apa.

Ada niat untuk bekerja sebagai TKW di Arab, belum tentu dapat ijin dari orang tua. Meskipun dapat ijin tentu mereka berat hati melepaskan. Apalagi, dengan statusku yang masih lajang. Takutnya mereka khawatir aku kenapa-napa.
Padahalkan, lumayan banget kalau bekerja di Arab. Selain dapat pengalaman. Tentu ini menjadi kebanggan tersendiri.

Rencana setelah ini, mau tanya-tanya kekantor yang menangani TKI.

Aku takut membayangkan jika ibu tak setuju. Tentu beliau sangat marah, kenapa aku kepikiran untuk kerja jadi TKW. Apalagi, jauh-jauh dari Indonesia cuma jadi pembantu atau pengasuh anak.

Dilema...

Aku terlalu pengecut buat ngejar mimpi sendiri. Takut pada kegagalan, takut pada banyak hal. Ini mungkin salahku juga, terlalu tinggi berangan-angan sementara untuk mewujudkannya hanya tinggal kenangan..

Payah....

Aku baru sadar, betapa sulitnya mencari kerja dan menghasilkan uang. Jaman masih sekolah dan kuliah mungkin tak terlalu ribet memikirkan uang karena pendapatan masih bersumber dari orang tua. Sekarang beda, tidak mungkin lagi aku yang hampir selesai kuliah masih orang tua yang mananggung biaya hidup. Tapi fakta yang ada memang masih belum mandiri.

Gimana ya?

Ya Allah mudahkan jalanku menjadi orang sukses....

Komentar

Postingan Populer