Apakabar bulan November



Apakabar bulan November? Sekarang cuaca sudah berganti ya. yang tadinya kemarau, yang tadinya susah cari air bersih, sekarang sudah mulai turun hujan, meskipun tidak setiap hari. Mulai berhati-hati dengan cuaca yang susah di tebak. Jadi mulai sekarang sedia payung sebelum hujan.
Terakhir nulis blog bulan September kemaren, rasanya kangen pengin nulis sesuatu, pengen curhat ini itu. Biasalah, nulis tentang anak kuliah yang sekarang sudah lulus kuliah, meskipun belum yudisium dan wisuda.

Selama beberapa bulan terakhir rasanya tidak punya banyak waktu  buat duduk-duduk santai sambil ngelamun ataupun mikir pengen ngebahas Si A ataupun Si B. meskipun ada waktu, waktunya dipakai buat istirahat aja. Kegiatan sekarang ngajar dan juga kerja sampingan. Ya itung-itung belajar mandiri secara finansial. Meskipun biaya hidup kadang masih numpang sama orang tua. Tapi, Setidaknya kalau dikasih uang tidak sebanyak dulu lagi. Alhamdulillah mulai belajar mengurangi beban finansial orang tua.

Puncak Perjuangan kuliah awal Oktober kemaren. Selama empat tahun kuliah dan wara-wiri di kampus Akhirnya selesai juga. Tepat waktu, terimakasih untuk Ayah dan Ibu atas doa, perjuangan dan semua yang tak dapat aku sebutkan. Terimakasih teman-teman seperjuangan di lokal yang telah ikut Munaqasah bersama meskipun hanya beberapa orang saja. Terimakasih kepada tim penguji yang sudah memberi nilai memuaskan (menurut mereka) dan tidak bagiku. Setidaknya itulah hasil mutlak yang akan di tempel di skripsi nanti. Ada rasa haru dan bangga karena mampu menyelesaikan sesuai target  dan ada perasaan iri sedikit sama teman-teman yang nilainya memuaskan. Tapi, tak apa. Itulah yang terbaik. Apapun nilainya, itulah yang TERBAIK buat aku.

Kuliah selesai. Kerja sudah. Apalagi? Hmmm jadi bertanya-tanya? Apalagi ya target yang ingin di capai. Mau lanjut S2 kayaknya untuk tahun ini di tunda dulu, yang terpenting niat dulu. Jadi, targetnya apa?

Jadi targetnya apa? Hmmmmm.

Masih mau menikmati jadi seorang guru dulu, masih mau menikmati keramaian di sekolah bersama anak-anak yang menggemaskan, menakjubkan dan itu membuat aku bahagia. Meskipun realitanya, tak benar-benar bagitu adanya.

Habis pulang ngajar kerja part time lagi, meskipun hasilnya tak seberapa. Tapi lumayanlah dari pada gak ada kerjaan. Daripada nganggur dan waktu terasa sia-sia mending di isi dengan kegiatan.
Di sisi lain mendapat kerjaan membuat aku sangat bersyukur dan juga membuat ku sangat letih, sangat lelah. Berangkat jam 7:30 pulang jam 5:30. Saat kerja istirahatnya hanya sholat dan makan. Sisanya kerja dan kerja. Sampai di kost rasanya badan terasa remuk semua, mau sholat magrib saja capeknya luar biasa. Akhirnya, ngejar dunia akhirat justru keteteran.

Kadang, mau istirahat sejenak sambil nunggu sholat magrib saja, bisa sampai ketiduran. Akhirnya magrib di waktu isya. Dan bangunnyapun bisa tengah malam.  Benar-benar hari yang melelahkan. Semoga lelahku jadi lillah. Maafkan Mulia Ya Allah. Selalu ada pengorbanan.

Mengenai umurku yang sudah memasuki tahap dewasa, meskipun tidak dewasa akut. Orang tua di rumah mulai cemas, tahu sendirikan kalau anak perempuan lebih di cemaskan masalah umur dan pasti bersangkut paut dengan jodoh. Ah, aku bosan tau kalau pembahasannya ini terus.  Aku bosan pada hal-hal yang berbau “suami”  sementara orang tua di rumah khawatir kalau-kalau aku bakal jadi perawan tua. Tak pahamlah.

Komentar

Postingan Populer